by

Pawai Bhinneka Tunggal Ika, Merajut Perbedaan Dalam Persatuan

Kabarone.com,Lamongan – Wujud dari persatuan dalam KeBhinnekaan, Kapolres dan Dandim Lamongan melepas pawai Bhinneka Tunggal Ika yang juga di ikuti oleh peserta pawai yang merupakan warga asli dari Papua yang di Lamongan, Minggu (25/08). Pawai Bhinneka Tunggal Ika yang diselenggarakan Pemerintah Desa (Pemdes) Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan Jawa Timur, ini berlangsung meriah dan patut diapresiasi.

Sementara, pada pawai Bhinneka Tunggal Ika Kapolres Lamongan, AKBP Febby Dapot Hutagalung bersama Komandan Kodim (Dandim) 0812 Lamongan Letkol. Inf. Sidik Wiyono, S. H. M. Tr. Han dan Kepala Desa (Kades) Bakalanpule Achmad Zamroni secara resmi melepas peserta pawai budaya yang bertemakan “Merajut Perbedaan dalam Persatuan”.

” Kegiatan pawai Bhinneka Tunggal Ika ini merupakan inisiatif yang sangat bagus dari Kades Bangkalanpule Achmad Zamroni, sehingga kami dari Polres Lamongan dan Kodim 0812 Lamongan sangat mengapresiasi juga ikut bergabung dalam kegiatan ini. Karena hal ini sebagai wujud dari persatuan dalam KeBhinnekaan. Peserta pawai dengan stard dari depan kantor balai desa hingga finish di lapangan Kecamatan Tikung,”terang Kapolres Lamongan AKBP. Febby Dapot Hutagalung.

Disisi lain, menurutnya, dengan tema Kebhinnekaan Indonesia yang belakangan ini agak sedikit berkurang, maka hal tersebut perlu diangkat lagi. Sehingga diharapkan masyarakat bisa lebih mengenal suku dan adat yang berada di Indonesia. “Karena Indonesia ini sangat beragam,” tandasnya.

Kapolres Lamongan AKBP. Febby D.P Hutagalung. berpesan, semua elemen harus tetap menjaga persatuan dalam kebhinnekaan. “Kami mewakili Lamongan dan Indonesia, bahwa saudara kita di Papua juga adalah saudara kami di Jawa dan merupakan satu bagian dari Bangsa Indonesia, yang tak terpisahkan dalam satu wadah NKRI yang beragam agama, suku, adat dan budaya,” paparnya.

Pada kesempatan ini Kepala Desa Bakalanpule, Achmad Zamroni mengaku, kegiatan yang diikuti lebih dari 2 ribu warga dari 23 RT di Desa Bakalanpule. Mulai orang tua hingga remaja tumpah ruah, ikut memeriahkan acara yang mengakibatkan jalur poros Lamongan-Mojokerto macet beberapa saat. Ia sangat bangga melihat antusias warganya yang ikut memeriahkan pawai budaya Bhinneka Tunggal Ika. “Tujuan kita selain memperingati HUT Kemerdekaan Ke- 74 Republik Indonesia, juga diharapkan bisa menjaga keutuhan dalam persatuan dan kesatuan NKRI. Ditegaskan oleh Zamroni, NKRI harga mati.

Rasa senang dan bangga dengan kegiatan pawai budaya tersebut. Karena budaya daerahnya bisa lebih dikenal dan bisa menunjukkan persatuan bangsa. Sangat menarik sekali, peserta pawai juga terdapat warga asli Papua, Darjat Furu yang datang dan sudah tinggal selama 3 bulan bersama istrinya dan anaknya yang masih berusia 6 tahun, ia sekarang juga menjadi bagian dari warga masyarakat/orang Lamongan. “Sangat senang dan bangga, karena budaya Papua bisa lebih dikenal oleh masyarakat seluruh Indonesia, khususnya warga Kabupaten Lamongan. NKRI harga mati,” tandas Kades Achmad Zamroni, (Pul/As).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *