by

Delapan Keluarga Mengeluh Akses Jalan Ditutup, Dampak Kalah Pilkades

Kabarone.com,Lamongan – Dalam pelaksanaan Pilkades hari minggu 15 September 2019 kemarin. Suhu udara di berapa titik desa dari 385 desa yang menyelenggarakan pemilihan kepala desa serentak di kabupaten Lamongan kurang stabil. Seperti yang terjadi di desa Wudi kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan. Walaupun masih sebatas kewajaran.

Namun, seorang calon kepala Desa bernama Kasinu menutup akses jalan warga dan tempat ibadah. Diduga karena kecewa tidak terpilih dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) lusa tersebut. Tumpukan batu bata kapur itu sejak senin sore (16/9/19) usai Pilkades, menutup akses masuk 1 tempat ibadah Mushola dan 8 rumah”, keluh C-I salah satu warga setempat.

Kasinu yang mencalonkan diri menjadi calon Kepala Desa Wudi dengan hasil yang diperoleh dengan mendapatkan 650 suara, sedangkan rivalnya kades petahan (mantan) Zainul Mukid meraih 752 suara. Hal ini tidak bisa diterima oleh Kasinu dengan lapang dada bahkan melakukan tindakan kurang terpuji yakni menutup akses jalan warga dengan cara menumpukan batu bata kapur (kumbung) 3 lapis membentang pada badan jalan dan menutup akses jalan warga. Jum’at, (20/09).

” Tidakan tersebut kami sayangkan, kenapa tidak dilakukan komunikasi terlebih dahulu dengan kami, jangan serta merta menutup jalan yang sudah kami buat aktifitas sehari hari selama bertahun tahun. ” Atas tindakan yang dilakukan Kasinu, warga terkena dampak penutupan akses jalan tersebut merasa heran dan kecewa, kenapa hal tersebut sampai dilakukan dan bisa terjadi.

Warga masyarakat yang berinisial C-I kembali menuturkan, badan jalan yang ditutup itu terdapat 1 musholla yang setiap hari untuk ibadah warga sekitar dari 8 rumah penduduk. Yang mana sampai saat ini warga kalau keluar untuk beraktifitas terpaksa harus lewat celah antara dua rumah warga yang merupakan saluran pembuangan air limbah rumah tangga (drainase)/Got.

Terkait hal ini dan pada kesempatan yang berbeda, Camat Kecamatan Sambeng Irsyad, saat dimintai keterangan Terkait hal itu, ia mengatakan bahwa pihak muspika saat ini tengah bermusyawarah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak pihak terkait khususnya yang menutup dan yang terkena dampak penutupan jalan sepihak tersebut.

Irsyad menyebutkan, ” Apa akses jalan yang ditutup tersebut milik orang tua bersangkutan lalu di wakafkan untuk kepentingan warga, atau hanya di gunakan warga sebagai jalan yang kemudian sewaktu waktu bisa di ambil lagi oleh ahli waris kami belum tahu. Karena hal ini harus di urai lebih rinci dan jauh ke belakang,” terang Irsyad.

Lebih rinci Irsyad melanjutkan, semoga persoalan ini segera bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, biar suasana desa bisa kembali kondusif dan semoga saja dengan adanya musyawarah nantinya bisa di capai hasil kesepakatan yang tidak merugikan satu sama lain dengan mengedepankan kearifan lokal dalam mencapai kemufakatan bersama demi tercapainya situasi wilayah yang aman tentram dan kondusif”, tandas Camat Irsyad, (Pul/As).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *