PT IBAS Pastikan Bau Limbah Olahan Sawit Tidak Berbahaya

Daerah, Regional1,394 views

Kabarone, Aceh Utara – Pabrik kelapa sawit (PKS) yang memproduksi minyak Crude Palm Oil (CPO) dibawah naungan PT Ika Bina Argo Wisesa (IBAS) yang berlokasi di Desa Guha Uleu, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, baru-baru ini menuai kritikan dari masyarakat sekitar terkait bau limbah hasil pengolahan kelapa sawit, Jumat (11/10).

Terkait hal itu, Direktur Utama PT.Ibas, dr Wendy disela-sela kegiatan pertemuan dengan para awak media yang bertugas di wilayah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara beberapa hari lalu menjelaskan pabrik pengolahan sawit yang dibangun sejak tahun 2018 tersebut memiliki lahan limbah seluas 15 hektare, sementara luas pabrik saat ini hanya dua hektare. Bau yang timbul akibat limbah juga telah dipastikan tidak berbahaya bagi warga sekitar hal tersebut juga telah melalui beberapa proses pengujian untuk dapat memastikannya.

“Jika saya mengatakan limbah itu tidak bau, jelas itu bohong. Namun limbah itu sudah diuji beberapa tahapan dan sudah dapat kami pastikan tidak berbahaya bagi kesehatan warga sekitar,” jelasnya

Pabrik kelapa sawit (PKS) yang mampu memproduksi minyak Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 30 ton per jam itu, sejak peresmiannya pada pertengahan februari lalu telah menyerap 80% tenaga kerja yang terdiri dari warga sekitar.

“Kita juga sudah memiliki ratusan tenaga kerja yang 80% terdiri dari warga sekitar,” paparnya

Sementara itu Komisaris PT IBAS, Herman juga memastikan akan meminimalisir dampak dari limbah yang dihasilkan. Bagian-bagian dari pabrik juga telah disiapkan sesuai dengan standar operasional.

“Kemarin ada masalah dengan asap karena cerobong kita kurang tinggi, maka kita langsung meninggikannya. Kita disini untuk memajukan ekonomi masyarakat Aceh Utara, dan tentu saja masih banyak butuh bimbingan,” ungkap Herman.

Ia juga menambahkan, hingga kini ekonomi masyarakat sekitar lebih meningkat dari sebelumnya, pendapatan pekerja yang didominasi oleh warga setempat bisa mencapai Rp4 hingga 6 juta setiap bulannya. 

“Kita disini juga meningkatkan perputaran ekonomi warga. Pekerja kita juga tidak hanya dari warga sekitar, dari Krung Mane dan Lhoksukon juga sudah ada. Semoga usaha ini bisa menjadi berkah untuk orang banyak,” tutupnya. (Fadli)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *