Jalan Utama Tak Pernah Kunjung Berubah, Perhatian Legislatif Dan Eksekutif Diperlukan

Daerah, Regional759 views

KOTABARU,kabarone.com- Dampak Covid-19 saat ini sangat di rasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, dan bukti keseriusan pemerintah dalam penanggulangan tersebut juga dirasakan oleh masyarakat luas sehingga perhatian pemerintah mulai tingkat Daerah, Provinsi maupun Pusat hanya terfokus tertuju kepada virus itu sendiri.

Namun disisi lain ada yang terabaikan, yaitu masalah infrastruktur jalan baik di tingkat Kecamatan sampai tingkat Desa, seperti halnya kondisi jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Kelumpang Barat- Kelumpang Tengah.

Jalan buatan tahun 80 han itu tak pernah kunjung mulus sampai saat ini, padahal merupakan jalan utama sejak zaman dulu dan meskipun silih berganti pihak legislatif maupun eksekutif di Kabupaten Kotabaru jalan tersebut tak pernah berubah 100%.

Abdul Razak warga Desa Banjarsari yang melintas, Kamis 11/6/2020 mengatakan, jalan ini tidak pernah di perbaiki secara permanen, jadi warga yang ada disini untuk bepergian ke Desa Sang-sang dan Desa Geronggang serta Desa lainya yang ada di dua Kecamatan harus memutar lewat jalan sawit milik perusahaan.

Kata Razak, jalan ini merupakan jalan poros milik daerah dan juga terkadang di lewati oleh perusahaan yang ada di Kelumpang Tengah, selain itu merupakan jalan penghubung antara Desa Tanjungsari Kecamatan Kelumpang Barat dan Desa Sang-sang Kecamatan Kelumpang Tengah, ujarnya.

Sementara Kepala Desa Tanjungsari Kecamatan Kelumpang Barat Ahmad Subaidi mengatakan, saat ini kami merasa kebingungan karena jalan penghubung antara Desa Tanjungsari dan Desa Sang-sang ini beda Kecamatan, karena Desa Tanjungsari masuk Kecamatan Kelumpang Barat dan Desa Sang-sang masuk Kecamatan Kelumpang Tengah, ungkapnya.

Sebelumnya kami sudah pernah di kumpulkan oleh pak Sekda di ofroom dan sudah ditemukan titik terang bahwa ada action untuk kegiatan perbaikan jalan tersebut tapi entah apa karena Corona dan sebagainya sehingga pelaksanaannya molor sehingga kami sebagai kepala Desa menjadi korban dampak dari jalan yang sampai saat ini belum ada perbaikan padahal jalan utama.

Yang jadi permasalahannya selama ini, masyarakat kami untuk pencariannya adalah memanin sawit dan nyadap karet di Desa Sang-sang, jadi sampai- sampai masyarakat Tanjungsari yang manin atau mengambil buah sawii tidak bisa karena akses jalan untuk petani itu susah, jangankan membawa muatan untuk jalan sendiri saja sudah susah, ujar Subaidi.

Terpisah Kabid Jalan Dinas PUPR Kotabaru Frans Subakti mengatakan, untuk perbaikan jalan di daerah Desa Tanjungsari- Desa Sang-sang akan dilaksanakan perencanaannya di akhir tahun 2020 ini dan kami usulkan di anggaran perubahan APBD untuk perencanaanya, tutupnya.(Hrp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *