Covid-19 bukan aib, pejabat negara wajib melindungi rakyat

Daerah237 views

Jakarta,kabarone.com- Pasrah, kaget dan menyerahkan diri kepada Allah SWT. Itu yang dirasakan oleh Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Hendra J Kede ketika menerima hasil swab test Rabu (21/10/2020) pagi.

Hasil swab test menyatakan kalau Hendra J Kede positif Covid-19. Virus yang sekarang mewabah bukan hanya di Indonesia tapi juga seluruh dunia.

Sebagai pejabat publik, Hendra J Kede bersentuhan dengan banyak orang. Meski selalu menerapkan protokol kesehatan ketat, tapi tidak ada yang tahu siapa menjadi OTG (orang tanpa gejala), yang bisa menularkan virus yang vaksinnya saat ini masih diproses.

“Saya melakukan test dengan kesadaran sendiri. Pekan lalu, seusai membersihkan apartemen tempat saya tinggal, saya batuk-batuk. Semula saya merasa karena alergi debu. Tapi karena terus menerus akhirnya saya melakukan rapid test. Hasilnya reaktif,” cerita Hendra kepada koin24.co.id melalui telepon genggam di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Dari hasil tersebut, Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat ini melakukan swab test di sebuah rumah sakit di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. “Satu Hari hasilnya keluar. Dipastikan saya positif Covid-19,” jelas mantan Ketua Mappilu PWI Pusat dua periode ini.

Ini yang luar biasa dari Hendra J Kede. Mengetahui dirinya tertular, sebagai pejabat publik, ia saat itu juga langsung memberitahukan kondisinya ke kantor, kolega dan masyarakat. “Covid-19 bukan aib. Mengumumkan ke masyarakat merupakan salah satu bentuk tanggung jawab saya sebagai pejabat negara. Bahwa saya wajib melindungi masyarakat. Dengan mengumumkan ke masyarakat, mereka yang pernah berhubungan dengan saya jadi bisa antisipasi,” jelas Hendra.

“Pejabat negara disumpah untuk mengabdi pada negara dan melindungi rakyat. Dengan mengumumkan kepada publik, saya sekaligus melindungi rakyat,” tegasnya.

Dan Hendra cukup bersyukur. Bahkan terharu. Karena sesaat Setelah mengumumkan dirinya mengidap Covid-19, sejumlah tokoh nasional memberikan support. Salah satunya Ketua Umum PB NU Said Aqil Siradj yang mengirimkan pesan berupa semangat dan doa. “Pesan dari seorang Ketua PB NU sangat menyejukkan dan menenangkan. Seorang ulama besar mengirimkan doa. Bayangkan..,” jelas Hendra.

Simpati dan doa juga datang dari kolega dan tokoh nasional. Mulai dari Plh. Ketua KPU Ilham Saputra hingga Kepala BNPB Doni Monardo. “Semua memberikan support dan semangat. Itu yang membuat saya optimis bisa mengalahkan Covid-19,” kata Hendra.

Hendra juga merasa beruntung. Sang istri yang tinggal di Wonogiri, Jawa Tengah sangat mendukung. “Saya kebetulan dua bulan tidak balik ke Wonogiri. Dan sebagai PNS di bidang kesehatan, istri paham. Jadi ia cukup tenang. Bahkan memberikan semangat dan doa,” ucap Hendra.

Istri dan dua anaknya memang menetap di Wonogiri, Jawa Tengah. Ketika dilantik sebagai Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat, dan mesti bertugas di ibukota, Hendra tidak memboyong keluarganya. Ia hanya sebulan sekali pulang menengok keluarga.

Dan hari ini, Kamis (22/10/2020), Hendra akan menjalani isolasi di Rumah Sakit Khusus Covid-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. “Mohon doanya. Dan sekali lagi saya berpesan, Covid-19 bukan aib. Mengumumkan penyakit ini berarti kita melindungi orang yang kita sayangi,” pesan Hendra bijak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *