Gedung Tambahan RSUD Depati Bahrin Sungailiat Dibangun Mengikuti Rancangan Arsitek

Daerah319 views

Sungailiat, Kabarone – Proyek pembangunan gedung tambahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin Kota Sungailiat, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka yang saat ini terus dikebut penyelesaiannya dibangun berdasarkan rancangan yang dibuat pihak arsitek. Hal itu berdasarkan penjelasan dari pihak pelaksana saat media ini kembali berkunjung kelokasi proyek. “Kami membangun bagian demi bagian dalam proyek ini berdasarkan gambar rancangan dari arsiteknya, “kata Budi dari pihak pelaksana lapangan Kontraktor PT Garuda Catur Kencana, Jum’at (6/11).

Pada salah satu sudut proyek, Budi menjelaskan mengapa kolom beton lantai dua jika dilihat dari bawah atau lantai satu kelihatan seperti miring. Ternyata hanya pandangan mata saja, karena kolom beton lantai satu dengan lantai dua beda letak. Dimana kolom beton tegak lantai dua berdasar gambar rancangan memang bergeser agak kedalam sekitar 5 cm. “Untuk kolom lantai dua memang bergeser 5 cm berdasar gambar dibanding kolom lantai satu, “katanya.

Lebih jauh dijelaskan, untuk kolom lantai satu yang dimaksud, jika diukur dari sisi kolom tegak yang lebih besar jaraknya 40 cm. Sementara kolom lantai dua agak masuk, jika diukur jaraknya 45 cm, atau ada selisih 5 cm. “Tumpuannya beda, jaraknya beda. Ada selisih ukuran kolom lantai dua, dengan kolom lantai bawah sekitar 5 cm, “katanya.

Masih menurut Budi, terjadinya selisih ukuran selain karena gambar rancangan seperti itu, juga karena untuk lantai dua nantinya ruangan beda kebutuhan. Mengapa kolom lantai dua terlihat bergeser, ini karena posisi kolom lantai bawah memang tidak sejajar seting (pemasangan) -nya.
“Ruang lantai atas beda kebutuhan dengan ruang lantai bawah,tapi keperluan ruang dalam tetap. kolom atas terlihat miring karena posisinya memang tidak sejajar”ujar Budi sambil membawa gambar rancangan detil gedung disertai dengan pengukuran memakai meteran pada kolom dimaksud.

Tapi Budi menjamin setelah pekerjaan penyelesaian dinding bata selesai, semua akan terlihat normal. “Nanti ada tutup bata, jika sudah selesai akan kelihatan tidak ada bedanya, “ujar Budi. Dan untuk menjamin ketepatan ukuran dalam pekerjaan, selain dimarking dengan alat ketepatan (deodolit) juga disertai dengan pengelotan. “Sudah dimarking dan dilot,” jelasnya.

Proyek pembangunan gedung tambahan RSUD Depati Bahrin tersebut progresnya sudah sekitar 60 persen dan rencananya terdiri dari 3 lantai, yang salah satu bagiannya akan difungsikan untuk ruang operasi. Pagu anggaran Rp 14,7 milyar bersumber dana DAK tahun 2020. Kontraktor pelaksana dari PT Garuda Catur Kencana. (Suhardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *