MELAWAN KEBIADAPAN POLITIK YANG MENJIJIKAN

Opini109 views

Penulis; Qomaruddin M.Kesos Sekretaris DPC PD Lamongan

Kabar One.com-Dalam pandangan filusuf klasik seperti socrates Aristoteles dan plato, bahwa politik adalah cara dalam mencapai kebaikan dan kemakmuran bersama. Politik adalah mewujudkan kehendak publik berupa kebaikan bersama. Dengan kata lain politik dapat disimpulkan sebagai proses pembagian dan pembentukan kekuasaan dalam mengatur masyarakat melalui proses kebijaksanaan.

Salah satu kunci penting dari kebaikan bersama sebenarnya adalah moralitas atau etika. Berpolitik tanpa etika maka sesungguhnya kita menisbahkan keangkuhan individu pada watak yang bengis dan kejam suka memangsa saudaranya sendiri “Warre” seperti mahkluk levaithan. Watak tersebut jau dari esensi politik yang sebenarnya. Namun sayangnya di era society 5.0 masih aja ada watak predator tersebut yang ditunjukan oleh makhluk yang tidak memiliki kesadaran politik etik dan etis. Prilaku yang minus Kebaikan dan surplus kejahatan politik (amoralitas) yang kini ditunjukan kembali lagi oleh oknum kekuasaan.

Sebagai Partai yang pernah ditakdirkan sebagai the ruling partay, partai Demokrat tentunya didirikan bukan hanya sekedar untuk menjadi bagian dari pilar demokrasi saja, tapi lebih dari itu demokrat didirikan banyak mengusung nilai-nilai kebaikan yang dirumuskan dengan berbagai upaya dan ikhtiar agar bisa menghantar Indonesia sampai pada cita-citanya. Namun partai yang konstitusional, sah dan resmi kini coba diserang kembali oleh para komperador yang berwatak levaithan, konspirasi jahat ini dilakukan demi melangengkan kekuasan semata.

Eksistensi partai Demokrat yang didirikan dengan berbagai kebaikan dan konstitusional diserang secara brutal oleh para begundal politik. para oknum politisi yang berwatak predator dan penuh nafsu kekuasaan. Mereka bermain Politik secara kejam dan jahat, prilaku amoral ini diterapkan untuk merongrong ekistensi partai demokrat demi hawa nafsu kekuasaan yang bengis dan kejam.

Dokter Hewan Jhonny Allen Marbun dan KSB Moeldoko merupakan aktor yang melakukan kejahatan politik tersebut, sikap kejahatan politiknya dikemas seolah regulatif tapi pada dasarnya, sesungguhnya prilaku mereka sangat inkonstitusional dan tidak beradab. Bukan anggota, bukan kader, bukan pengurus partatai Demokrat tapi merongrong partai demokrat dengan mengajukan upaya Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung atau MA, dimana sebelumnya belasan gugatan tidak ada satupun yang dikabulkan oleh pengadilan, tapi masih aja ngotot bah tidak memiliki sense atau rasa malu. Prilaku ini menunjukan prilaku yang amoral dan menjijikan.

Etika berpolitik sangat penting untuk dikedepankan. kejujuran dan moralitas politik harus dibangun demi terbentuknya demokrasi yang kuat dan bijaksana. Namun ironisnya sebagai bangsa beradab namun justru masih aja ada prilaku oknum kekuasaan yang biadab dan menjijikan, prilaku itu mencoreng eksistensi kita sebagai bangsa Indonesia. Apa yang sebenarnya kita harapkan dari prilaku amoral yang justru semakin merusak sistem demokrasi bangsa ini.

Ini bukan hanya masalah partai demokrat, tapi ini masalah demokrasi kita bersama yang coba di degradasi dengan prilaku politisi yang tidak bermoral, yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi dengan menegasikan berbagai nilai demokrasi yang ada.

Prilaku seperti ini harus kita lawan dan kita hentikan demi demokrasi yang lebih baik dan kondusif. Pemerintah harus tegas menindak para begundal politik dan menutup semua ruang bagi para begal partai politik siapapun orangnya dan jabatanya.

Kenapa pemerintah harus tegas pada mereka, agar sistem demokrasi bisa berjalan secara baik dan kondusif, keadilan politik juga bisa terjamin, politik subtansial yang dicita-citakan bersama bisa terwujud. Namun Jika para begal partai masih dikasih kesempatan, yang ada adalah konflik horisontal dan apa yg di kemukakan oleh hobbes tentang homo homoni lupus bahwa manusia bah srigala saling memangsa akan bener-bener terwujud. Untuk itu demi kebaikan bersama para begundal dan begal politik harus sama-sama kita musnakan di muka bumi ini siapapun orang dan kedudukanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *