by

Mafia Tanah Resahkan Warga Batu Ceper

-Metropolitan-1,531 views

Kabarone.com, Jakarta  – Masyarakat Jakarta hingga kini masih belum terbebas dari aksi mafia tanah. Tak tanggung – tanggung, banyak lahan yang kini diklaim sebagai milik tuan tanah dengan bukti kepemilikan jauh sebelum masa kemerdekaan Republik Indonesia.

Seperti keresahan yang dialami warga di Jalan Batu Ceper 2,5,6,7,RW 01Kelurahan Kebon Kelapa Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Sehingga, Jumat (11/9) Sebanyak 150 warga berdemo di lokasi tanah diwilayah Batu Ceper menuntut penolakan pengusuran.

Puluhan keluarga yang bermukim di lokasi tersebut terancam akan diusir secara paksa oleh aparat Pemprov DKI Jakarta,  Alasan pengusiran terhadap warga lantaran menempati lahan yang bukan miliknya.

Namun pernyataan itu dibantah oleh warga setempat. Pasalnya, secara fakta bahwa warga telah menempati lahan tersebut sejak puluhan tahun dan sudah tiga Generasi . Artinya, warga telah melewati masa di mana pemerintah saat itu menyatakan menghapus status “Tuan Tanah”.

“SP 1 dari Pemda sudah Kami terima dan  Mereka (aparat pemprov) ingin mengosongkan rumah saya lantaran ada pihak yang mengaku sebagai pemilik tanah. harapan warga proses ganti rugi harga yang wajar. Jangan semaunya sendiri. Pada saat proses mediasi selama ini pihak yang mengaku tuan tanah belum pernah duduk bareng agar tercapai mediasi. Malah justru yang hadir adalah aparat Pemda DKI beserta jajaranya.tiga generasi warga bermukim di lokasi dan selalu membayar PBB,” ungkap Ketua RW 01, Kelurahan Kebon Kelapa ,Gambir Jakarta Pusat.

Ketika dikonfirmasi ke pihak Kelurahan Raimah lurah kebon Kelapa terkait Demo Warga ,”nanti saya cek terkait demo untuk lapor ke Camat,” ungkap Raimah sambil berlalu pergi. (As\Dn)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *