Ketua Komisi III DPRD Kota Gunung Sitoli : Camat Gunungsitoli Idanoi Jangan Lari Dari Tanggungjawab  

Daerah, Regional1,005 views

 

Kabarone.com, Gunungsitoli – Terkait dengan keluhan Masyarakat Gunungsitoli Idanoi  dan pegawai  yang bekerja di kantor Camat Gunungsitoli Idanoi dengan ketidak adanya air bersih sejak terjadi nya pemutusan meteran ( Red ) oleh PDAM beberapa bulan yang lalu.

Anggota DPRD Kota Gunungsitoli Alisokhi Harefa SE,  yang juga selaku Ketua Komisi III DPRD Kota Gunungsitoli  saat dimintai Tanggapan nya mengatakan bahwa masalah pemutusan meteran air oleh PDAM tersebut perlu dicari tau letak permasalahannya, karna bagaimana pun ini adalah tanggungjawab Camat Gunungsitoli Idanoi.

“Pada saat di anggarkan sudah pasti diperkirakan bahwa rekening PDAM setiap bulanya sekian ribu. Namun sekarang pada saat kantor camat tidak mampu untuk membayar maka perlu dicari tau persoalan nya dimana apakah memang pada saat penganggaran atau dalam DPA yg tidak mencukupi untuk anggaran PDAM atau ada peningkatan yang sangat-sangat signifikan terhadap rekening PDAM, dan saya pikir ini adalah tanggung-jawab pak camat untuk membayarkan itu,“ ujar Alisokhi Harefa saat dikonfirmasi diruang kerjanya di Jl. Gomo NO. 37 Gunungsitoli, Kamis (09/06).

Harefa juga beranggapan bahwa pemutusan air tersebut wajar timbul Asumsi  lain dari masyarakat.

Namun demikian, lanjutnya, kalau memang ada indikasi lain bahwa air tersebut dipakai oleh orang lain atau digunakan oleh para rekanan, maka tentu ini perlu dipertanyakan kepada pak Camat supaya ditanya berapa tanggung-jawab pihak ketiga, tetapi perlu juga dicari tau kebenaran dari pada pemakaian itu, dan jangan sampai terjadi ada main mata oleh pihak Kecamatan kepada rekanan yang di duga telah menggunakan air pam tentu untuk kebutuhan pada kegiatan pembangunan pada proyek  BPM tersebut.

“Kalau kami dari sisi pengawasan kami  akan lihat persoalan nya itu dimana apakah memang kesalahan dalam penganggaran atau memang ada oknum-oknum yang di duga tidak bertanggung-jawab, contohnya  air itu dijual kepada pihak lain,” tegasnya.

Sementara terkait dengan tuduhan yang dilemparkan camat Ya’atulo Gea kepada BPM beberapa hari yang lalu dianya menganggap bahwa baiknya Camat mencari solusi tanpa harus lepas tanggung-jawab.

“Jangan hanya seperti melepaskan diri dari persoalan ini yang seharusnya sebagai camat tidak serta merta menyalahkan orang lain tetapi mencari solusi untuk menyelasaikan permasalahan, apalagi kalau sampai menyalahkan BPM itu kan sudah dipihak ketigakan ,dan seharusnya rekanan disana yang bertanggung-jawab dan berkoordinasi kalau memang menggunakan air pam untuk pembangunan itu, “ Ujar nya sambil menutup pembicaraan. (Fr. Lature)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *