by

H. Bambang Suparno, SE : Perlunya Nilai Kebangsaan Diingatkan

-Lipsus, Wawancara-3,232 views

 

Kabarone.com, Jakarta – Dasawarsa usia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ke-71, menggugah kesadaran kita semua akan betapa besar manfaat atas kemerdekaan Negara dari tangan kolonial penjajah di tanah air tercinta. Banyak pejuang kusuma bangsa yang gugur demi terbebas dari belenggu penjajahan, sehingga menghasilkan kemerdekaan yang hakiki.

Landasan dasar Negarapun oleh pendahulu kita, lahirlah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Melalui program pembangunan bangsa dan negara yang berkesinambungan, diharapkan dapat memberi kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyatnya.

Makna dari kemerdekaan tidak hanya mengisinya melalui kreatifitas pembangunan pisik dan sosial saja, namun tak kalah pentingnya adalah membangun moralitas, mentalitas dan kecintaan akan nilai kebangsaan, yang berarti cinta tanah air, orangnya, budaya, alam, dan segala kelebihan serta kekurangannya, denga tetap menjaga kesatuan dan persatuan, termasuk harkat dan martabat bangsa di mata Internasional.

Hal ini disampaikan H.Bambang Suparno, SE, tokoh masyarakat di Kota Administrasi Jakarta Utara, khususnya di wilayah Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok. Pria yang dikenal ramah, cerdas dan agamis ini, sangat disegani dan dipanuti dari rakyat kecil hingga pejabat Walikota Jakarta Utara.

Pengajian bulanan dan santunan rutin dilaksanakan bersama para tokoh agama, masyarakat RT, RW, Lurah, anggota DPRD hingga pejabat penting, tanpa membeda-bedakan. Semua sama dimata Allah Swt.

Saat ditemui dikediamannya, Selasa (16/8), terkait makna akan kemerdekaan dan nilai kebangsaan dalam masyarakat khususnya di wilayah Jakarta Utara, H.Bambang Suparno, SE, mengatakan “Penting bagi kita untuk saling mengingatkan. Terutama kepada generasi penerus bangsa akan pentingnya tetap mengerti dan menjaga nilai-nilai kebangsaan, yang mulai tergerus oleh jaman. Apalagi pengaruh akan arus globalisme teknologi yang dapat terobsesi menjadi kapitalisme,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa upaya antisipasi akan kondisi tersebut. Pertama,  selalu bersyukur kepada Allah Swt atas apa yang telah diberikan kepada kita semua, termasuk Wasilah kepada para pejuang pendahulu kita, sehingga menjadi Merdeka. Kita bisa bersekolah, bekerja, berkreatifitas,  melihat-lihat negara-negara maju, dan lainnya.

Kedua, bekerja keras sesuai dengan kemampuan kita, sehingga kita dapat menjadi negara yang maju, berdaulat, aman, tentram, nyaman dan bersaing dengan negara-negara lainnya di dunia.

Ketiga, dapat menerima apa yang kita miliki, jangan menjadi sombong, sedih, iri, ataupun merasa tersaingi. Kita harus berusaha sebaik-baiknya secara sehat dan ikhlas. Jangan lupa sering lakukan sadakoh, karena semua itu hanya titipan Allah Swt.

Dan yang tak kalah pentingnya adalah, selaku orangtua wajib membimbing dan mendidik anak-anaknya tidak dengan harta benda, kemanjaan, namun dengan agama, budipekerti dan rasa kepedulian dengan sesama (sense of crisis),  pungkas H.Bambang Suparno, SE.               (DENY)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *