Wagub Jatim Turut Hadiri Silahturahmi Jamaah Tariqot Shiddiqiyyah

Daerah, Regional880 views

 Kabarone.com, Bojonegoro – Dalam acara silahturahmi Jamaah Tariqot Shiddiqiyyah yang juga dihadiri oleh para pimpinan organisasi Shiddiqiyyah, Bupati Jombang, Kapolres, serta Wakil Gubernur Jawa Timur, Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto, Msi menyampaikan bahwa acara ini merupakan kado terindah bagi warga Bojonegoro.

Pada bulan Mei yang lalu Bojonegoro baru menyelengarakan apel ketahanan bangsa yang dihadiri Wakil Presiden Yusuf Kalla, Panglima TNI, dan Menteri Pertahanan.

“Kita mendeklarasikan 7 hal, pertama kedaulatan pangan, karena Bojonegoro produksi berasnya naik dari 770.000 ton menjadi 900.000 ton. Kedua kita juga menyumbang Indonesia lewat ketahanan energi, 25% minyak indonesia itu dari Bojonegoro,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa hal ketiga yakni Bojonegoro yang sejak dulu akrab dengan banjir dan kekeringan. “Sampai sekarang kekeringannya masih ada banjir masih ada, tapi yang jauh berkurang adalah adanya korban baik korban material dan jiwa. Di mana kita menggunakan pendekatan baru yaitu living harmony with disasters,” paparnya.

Pada tahun 2014 Bojonegoro dinyatakan sebagai pengelola bencana terbaik secara nasional. “Kita juga menyiapkan wisata banjir,” ucap Bupati.

Keempat, lanjutnya, kita mencanangkan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goal), Kelima tekat Open Government Partnership. “Keenam kita juga menjadi kabupaten ramah HAM, dimana dulu Bojonegoro konflik terus sekarang konfliknya dapat dikelola dengan baik. Semua masyarakat Bojonegoro baik yang PNS maupun bukan PNS ikut andil dalam pembangunan Bojonegoro. Semoga Bojonegoro bisa menjadi Isteri Negara yang baik, rakyat makmur, anak-anak hidup sehat sejalan dengan nama Bojo Negoro,” imbuhya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf yang akrab dengan sapaan Gus Ipul menyampaikan terima kasih karena telah diundang dalam acara ini, sehingga bisa turut dalam acara silahturahmi ini. Gus Ipul juga menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada Jam’iyyah Kautsaran Putri, bahwasanya telah ikut berperan serta dalam pembangunan bangsa ini.

“Bak kata pepatah dibalik suami yang hebat  ada sesosok istri yang luar biasa, Suami itu tergantung istrinya,” ungkapnya.

Menurut Gus Ipul, di dalam negara yang baik ada masyarakat yang baik, di dalam masyarakat yang baik diawali keluarga yang baik, keluarga yang baik ada orang tua yang baik, dan orang tua yang baik ini merupakan kunci bagi kita.

“Mereka telah mengajarkan akhlak dan ilmu yang baik, pendidikan karakter yang merupakan modal hidup bagi kita. Meneruskan kang Yoto bahwa Shiddiqiyyah ini yang konsisten mengingatkan kita bahwa pentingnya cinta kepada tanah air. Tidak ada gunanya apabila kita pandai, punya iman tapi tidak punya tanah air. Seharusnya kita bangga memiliki tanah air yang kaya yang begitu indah sekarang tinggal bagaimana kita memeliharanya. Dari Jamaah Kautsaran Putri ini turut serta dalam pembangunan karakter masyarakat. Sebenarnya kumpul disini adalah bentuk membantu pemerintah dalam mencintai budaya dan tradisi. Sebenarnya majelis seperti ini adalah majelis yang mengajak kita semua untuk menjadi masyarakat Indonesia yang utuh, yang tidak keluar dari budaya,” ungkapnya.

Hal lain yang diingatkan Wagub Jatim ini adalah masalah yang cukup memperihatinkan yakni Indonesia darurat narkoba yang sangat merusak generasi bangsa. Apalagi peredaran narkoba kini dibentuk dan disamarkan seperti obat, dimana obat-obat ini dapat merusak pikiran dan cara berpikir masyarakat.

Sehingga dirinya berpesan kepada jamaah Shiddiqiyyah ini agar mampu ikut dalam pemberantasan narkoba sehingga masyarakat Indonesia serta jemaah shiddiqiyyah terbebas dari godaan obat terlarang ini.

“Kedua tentang pornografi, dimana dalam era keterbukaan informasi banyak informasi yang baik maupun tidak baik bisa diakses dengan bebas oleh masyarakat bahkan anak kecil. Kita sebagai orang tua harus bisa mendidik dan menjaga anak kita agar bisa menggunakan teknologi dengan benar. Sehingga nantinya anak-anak kita tidak terjerumus dalam bahaya pornografi,” tegasnya.

Gus Ipul juga menyampaikan masalah kekerasan seksual yang dipicu dari pornografi, dimana masyarakat kita banyak disuguhi gambar atau video dewasa yang tidak layak untuk di tonton. Ini berdampak pada meningkatkan kejahatan seksual. Banyak diantaranya yang menjadi korban adalah anak-anak.

“Oleh karenanya jamaah Shiddiqiyyah diharapkan mampu mengurangi kekerasan seksual kepada anak dengan menyebarkan akhlah-akhlak baik ke masyarakat,” pungkasnya. ( DAN )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *