Tambal Sulam Jalan Gegesik-Kaliwedi Tidak Tuntas, LPSN Kab.Cirebon Pertanyakan Anggaran Pemeliharaannya

Daerah, Regional797 views

Kabarone.com, Cirebon – Kondisi jalan Gegesik-Kaliwedi yang banyak dikeluhkan warga pengguna jalan karena penuh lubang dan membahayakan pengendara,kini memang sudah diperbaiki.Belum lama ini pemerintah kabupaten (pemkab) Cirebon melalui dinas terkait telah melakukan perbaikan tambal sulam jalan tersebut.Namun sayang,perbaikan yang dinilai “alakadarnya” itu bahkan tidak tuntas sampai dititik ujung jalan rusak tersebut.Sebagian jalan berlubang itu tidak tersentuh perbaikan dan ditinggalkan begitu saja oleh pihak pelaksana perbaikan.

Terkait hal tersebut, Kuwu (Kades) Prajawinangun Wetan,H.Tuhana,ketika ditemui awak media ini diruang kerjanya (3/1) mengaku kecewa dan menyesalkan perbaikan jalan yang tidak tuntas itu.Menurut Kuwu,jalan tersebut merupakan jalan vital karena intensitas kendaraan dan arus lalulintasnya cukup padat.”iya cukup padat juga, selain sebagai jalan penghubung kekantor kecamatan Kaliwedi,jalan itu kan banyak digunakan masyarakat dari desa-desa di Indramayu seperti desa Jengkok,Tegalwirangrong dan lainnya.Mereka kalau mau ke Gegesik atau Arjawinangun lewatnya jalan itu,”papar Kuwu Tuhana.

Namun meski demikian,pihaknya tetap menerima kondisi ‘darurat’ itu sebagai keberhasilan yang tertunda.Karena,lanjut Kuwu,realisasi perbaikan jalan yang bersifat sementara itu merupakan kepedulian pihaknya yang telah dua kali mengajukan proposal perbaikan ke pihak terkait.”Sudah dua kali saya mengajukan proposal perbaikan jalan itu ke Binamarga,bahkan saya menghadap langsung ke Kabidnya,”tukas Kuwu.Ditambahkannya,setelah dirinya bertemu Kabid peningkatan jalan Dinas Binamarga kabupaten Cirebon,diperoleh penjelasan bahwa jalan Gegesik-Kaliwedi itu akan ditingkatkan pembangunannya menggunakan rabat beton pada kisaran bulan Juli tahun 2017 mendatang.”Katanya sih nanti akan di rabat beton,ya diperkirakan bulan 7 tahun 2017,”jelas Kuwu.

Terpisah,menyikapi hal tersebut ketua LPSN (Lembaga Palapa Sakti Nusantara),kabupaten Cirebon,Imam Maryono SE,angkat bicara. Menurut Imam,pemeliharaan jalan kabupaten diseluruh wilayah kabupaten Cirebon sepenuhnya merupakan tanggungjawab Dinas Binamarga.

Bahkan, pemeliharaan tersebut,kata Imam,harus dilakukan secara berkala dan kontinu.”Pihak Binamarga harusnya melakukan kontrol dan pemeliharaan jalan itu setiap hari,jangan menunggu ada keluhan masyarakat dulu atau menunggu jatuh korban akibat jalan rusak kemudian baru diperbaiki.Apalagi sampai Kuwu Prajawinangun Wetan bertindak mengajukan proposal perbaikan,mestinya itu tidak harus dilakukan Kuwu karena pemeliharaan atau perbaikan itu mutlak kewajiban Binamarga,”tukas Imam.

Ditambahkan Imam,pihaknya juga mempertanyakan ‘lari’nya anggaran pemeliharaan jalan kabupaten Cirebon itu kemana.Mengingat,sejauh ini intensitas pemeliharan jalan dihampir seluruh wilayah kabupaten Cirebon sangat rendah yakni dua tahun sekali atau paling cepat satu tahun baru diperbaiki,itu pun baru dilakukan setelah banyak keluhan dan dorongan dari berbagai elemen masyarakat.(sukadi/islah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *