Dinas Kominfo Bojonegoro Gelar Bimtek Sispan

Daerah, Regional756 views

Kabarone.com, Bojonegoro – Bertempat diruang Partnership 27 Februari diadakan BIMTEK (Bimbingan Teknologi) SISPAN (sistem Pantauan). Acara ini juga dihadiri oleh kepala dinas Kominfo, Asisten Pemerintahan, seluruh camat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, para SKPD.

Kepala Dinas KOMINFO Drs. Kusnandaka Tjatur Prasetijo, M.Si. menyampaikan bahwa “dulu waktu masih bernama SISMON (Sistem Monitoring) sekarang SISPAN (Sistem Pantauan) kecamatan tidak dimasukkan mekanisme akan tetapi sekarang kecamatan dimasukkan sistem. Sispan ini dilaksanakan untuk menilai hasil indikator capaian kinerja. Dalam kecamatan ada 3 pilar capaian yaitu, GDSC, Open Data, Kewilayahan”.

“Hari ini diadakan pelatihan Sispan, diharapkan bapak/ibu sekalian untuk benar-benar serius dalam mengikuti. Karena anda semua yang akan memasukkan data yang ada. Nanti kalau ada pertanyaan terkait sistem bisa bertanya ke Dinas Kominfo, kalau masalah Aplikasi bisa ke BAPPEDA. Kita jangan sampai phobia warna, sehingga menghambat kinerja bapak/ibu sekalian. Sebenarnya hal itu cuma menjadi indikator capaian kinerja apakah sudah Sesuai, Belum Sesuai, atau Tidak Sesuai” imbuh kepala Dinas Kominfo.

Asisten Pemerintahan Djoko Lukito, S.Sos., MM. menyampaikan bahwa “pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah berkomitmen untuk menjadi Kabupaten yang terbuka. Ini dimulai sejak awal kepemimpinan Bupati Suyoto. Hal ini terus melalui perkembangan teknologi. Waktu pertama kali dimulai dengan dialog publik. Awal adanya keterbukaan dengan dialog publik kita takut, bagaimana menghadapi masyarakat dan masalah lainnya. Tapi kita yakin ini untuk kemajuan kabupaten Bojonegoro. Kemudian lambat laun kita menggunakan teknologi untuk menyerap aspirasi masyarakat”.

Dulu bernama SISMON dan sekarang berganti SISPAN. Sebenarnya tidak ada perubahan, isinya tetap sama. Tujuan dengan adanya Sispan ini adalah untuk mengatahui target RPJMD. Sekarang tujuannya juga untuk mengetahui penyerapan anggaran, sudah tepat apa belum.

Sispan yg disusun oleh camat itu tentang Pertama Evaluasi Data (mengenai input data Dawis). Kedua Akuntabilitas Pemdes (sebagian kecil data anggaran dimasukkan web, dan sebagian besar di baliho harus tetap dilanjutkan). Ketiga adalah tentang GDSC (Gerakan Desa Sehat dan Cerdas) yang pada 2018 targetnya adalah menjadi kabupaten ODF (bebas buang air besar sembarangan).

Terkait Sispan butuh kerjasama bapak/ibu sekalian. Karena yang nanti akan input data adalah bapak/ibu sekalian. Bapak/Ibu harus paham dan saling koordinasi dengan Bappeda. Sehingga tidak terjadi kesalahan. Yang paling penting adalah bukti pendukungnya, bukan hanya laporannya saja.( DAN )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *