Ironis, Ruangan RSUD dr. Soegiri Tanpa Korden Penyekat Pasien

Daerah, Regional3,122 views

Kabarone.com,Lamongan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soegiri Lamongan yang begitu megah dan pelayanannya sudah bisa di rasakan oleh masyarakat Lamongan. Akan tetapi masih ada saja hal-hal yang kurang memuaskan. Kali ini terjadi pada Kamar pasien di ruangan Bougenville pada lantai 1, Lantai 2 dan Lantai 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soegiri Lamongan Jawa Timur.

” Ruangan yang di huni oleh dua sampai tiga orang pasien tersebut adalah pasien dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).Hal ini terjadi diruangan pasien bagian tengah, di ruangan lantai satu B 201, lantai dua B 111, kemudian lantai tiga B 110 tepatnya masing-masing ruangan dibelakang petugas perawat jaga diantaranya tidak ada korden/ tirai batas sebagai penyekatnya yang memisahkan antara pasien satu dengan yang lainnya.

Sementara, dikatakan oleh salah satu keluarga pasien B-I (61) warga kecamatan Tikung”, kami berharap agar di ruangan diberi korden/tirai pembatas agar nantinya masing-masing pasien bisa istirahat tenang dan keluarga yang menjaga pasien tidak malu.

Pasien yang tidak bisa berdiri, dan ingin buang air kecil atau buang air besar di tempat bad pasien sangat malu karena di lihat oleh keluarga pasien lainnya, di karenakan tidak ada korden/tirai pembatasnya.

sudah berapa hari nunggu keluarganya di rumah sakit ? Ia menjelaskan sudah delapan hari lamanya, pihaknya juga berharap agar pihak rumah sakit secepatnya memberi tirai pembatas

” Di ruangan sini memang tidak ada korden pembatasnya, kalau di ruangan lainnya saya kira sudah ada,” ungkapnya kepada wartawan yang datang.

Dalam hal ini Budi Wignyo Siswoyo Kasubbag Hukum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soegiri Lamongan saat dihubungi lewat telephon selulernya mengatakan”, terima kasih atas masukan dan pemberitahuan informasinya soal kamar pasien di ruangan Bougenville yang tidak ada korden/tirai pembatasnya, pihaknya menyampaikan akan segera menindaklanjuti untuk konfirmasi kepada bagian yang menanganinya”, tandas Budi (*).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *