by

Awas!! Modus Beli Tanah dan Rumah, Suami Istri Tipu Banyak Korban Bergentayangan di Lamongan

-Daerah, Regional-495 views

Kabarone.com,Lamongan – Diduga suami istri banyak harta dan memiliki uang miliaran. Dalam aktifitas kesehariannya mencari rumah dan tanah untuk dibelinya sebagai aset simpanan harta yang tak bergerak. Ia mengaku bernama Abah Zainul (60) dan istrinya dengan panggilan Umi (55), mengaku juga beralamat di Manyar Kabupaten Gresik. Dia Abah Zainul juga mengaku berumur sudah 115 tahun dan mengaku juga punya istri 15 orang. Minggu (30/06).

Sementara, menurut keterangan Korban P-J (58) saaf dikonfirmasi wartawan ia membenarkan, ” Soal adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh orang yang mengaku bernama Abah Zainul (60) dan istrinya dengan panggilan Umi (55), dengan modus membeli rumah dan tanah pada ujung-ujungnya tanah tak jadi dibeli tapi pelaku pinjam uang juga mintak dibelikan Hand phone (HP). Selanjutnya menyediakan makan dan rokok. Untuk pembayaran tanahnya ditempo dan pada saat jadwal waktu pembayaran yang sudah ditentuhkan dia tidak kooperatif (ingkar janji).

Menurut P-J, awal mulanya hari Kamis 20 Juni 2019 dia datang berdua jalan kaki dan waktu itu saat ditanya oleh Korban S-R (63), dia bilang mau mencari tanah dan rumah untuk dibelinya. Kemudian S-R memanggil saya kebetulan bertetangga lalu sesuai permintaan Abah Zainul saya carikan rumah di desa Karanglangit dengan net harga Rp 850 juta pelaku menawar Rp 400 juta ndk jadi katanya mahal.

Akhirnya dicarikan lagi rumah milik M-K (40) warga desa Pangkatrejo dengan net harga Rp 400 juta akhirnya sepakat (deal) dia pulang. Pembayaran akan dilaksanakan hari sabtu, tapi karena bank tutup jadi di undur hari senin.

Ditambahkannya, pada hari Jum’at 21 Juni 2019, pelaku datang lagi karena dapat info dari warung ada warga desa Pangkatrejo yang berinisial S-O (35) dimintai tolong temannya jual lahan pertanian dengan luas kurang lebih 3.350 M2 dengan net harga Rp 375 juta kemudian ditawar Rp 315 juta deal sepakat dengan berjabat tangan. Tinggal menunggu pembayaran juga hari senin. Tapi sebelumnya dia juga pinjam uang dan mintak Hand phone (HP) jadul dan ada aksi berkedok ahli nujum (dukun) piring disuruh naruh dilantai kemudian dipecahkan dengan kakinya, alasan ia melakukan hal itu agar uang di rumahnya tidak diambil Tuyul dan juga tidak diganggu barang halus (Gaib).

” Dia juga mengaku punya kendaraan dump truk 60 unit dan alat berat Bego (eksavator) sebanyak 20 unit yang sementara ini belum dioperasikan lagi karena ia mengaku habis ditipu oleh penjabat penting di Gresik. Ditegaskan oleh Zainul semua armada dan alat berat nganggur (tidak terpakai) ndk papa nanti bisa di pakai”, terang P-K korban penipuan.

Korban M-K (40), juga membenarkan bahwa rumahnya dibeli orang yang mengaku Abah Zainul seharga Rp 375 juta, korban juga dipinjami uang oleh pelaku. Juga beraksi piring disuruh naruh piring dilantai kemudian dipecahkan dengan kakinya, alasan ia melakukan hal itu agar uang di rumahnya juga tidak diambil Tuyul dan juga tidak diganggu barang halus (Gaib)”,ungkapnya.

Hal senada juga dialami oleh korban S-I (41), ” Dalam aksinya, pelaku datang ke rumah kontrakan saya bersama korban yang lain P-K, S-R, M-I, S-O, M-K dan saya sendiri. Pertemuan tersebut membicarakan soal jadwal pembayaran yakni diputuskan hari senin 24 Juni 2019, tapi sebelumnya dia bilang lapar dan menyuruh untuk membelikan sarapan akhirnya saya belikan sarapan. Setelah itu dia juga mau menawar tanah milik D-K (53) seharga Rp 200 juta dengan net Rp 250 juta. Tarik ulur harga akhirnya tidak dikasihkan. Seterusnya semua pada pulang ke rumah masing-masung juga pelaku dan bilang mau ke Babat karena tambaknya mau di panen.

Setelah semua sudah menunggu saat pembayaran pelunasan dia pun ndk datang. Karena para korban sudah curiga bahwa ada dugaan penipuan dalam hal ini dan salah satu korban saat menghubungi lewat telephon dia akan transfer antara pukul 10.00 WIB dan ditunggu sampai sore ternyata pelaku tidak menampakkan batang hidungnya sampai sekarang”, ungkapnya.

Ironi, ternyata selain para korban-korban tersebut ada lagi korban yang lain kena Rp 1,7 juta dan ada informasi dari teman saya bahwa temannya pada bulan puasa kemarin juga kena tipu dengan jenis modus yang sama bahkan juga sempat diposting di BWL. Harapan para korban agar masyarakat yang lain bisa berhati hati kalau ketemu orang tersebut jangan sampai jadi korban berikutnya atau laporkan ke aparat penegak hukum. Semoga pelaku tersebut kena batunya dan segera tetangkap. Ada pepatah “Sepandai-pandai tupai melompat akan jatuh juga”, tandasnya (*).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *