by

Sosialisasi Wasbang, Sebagai Warga Negara Indonesia Ada Empat Prinsip Penting

-Daerah, Regional-427 views

Kabarone.com,Lamongan – Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenkopolhukam Brigjen (Pol) Mamboyng, menjadi pembicara dalam sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara ( Wasbang ) bertempat di gedung SKJ Mapolres Lamongan Jawa Timur. Kamis,(19/09/2019).

Kegiatan dalam sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara bela negara ini dihadiri pula oleh Brigjend
(Mar) Agus Sulistiyo yang mendampingi Brigjen (Pol) Mamboyng Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Lamongan KH. Abdul Aziz Choiri, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lamongan KH. Masnur Arief, SH, TNI jajaran Kodim 0812, Pemerintah Kabupaten, aktivis Mahasiswa baik dari PMII, HMI, GMNI, tokoh masyarakat, Kapolres Lamongan AKBP. Feby D.P. Hutagalung, Kapolsek jajaran Polres Lamongan dan diikuti lebih kurang 150 peserta termasuk wartawan.

Dalam sambutannya Kapolres Lamongan AKBP. Feby D.P. Hutagalung, ” Kegiatan dalam sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara ini dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa, pemda Lamongan, jajaran TNI Kodim 0812, para Kabag, para Kasat jajaran Polres Lamongan, Bakesbangpol, Ketua MUI, ketua FKUB Lamongan.

” Kabupaten Lamongan baru saja menyelesaikan pesta demokrasi lokal yakni pemilihan kepala desa serentak yang di selenggarakan pada tanggal 15 September kemarin dan diikuti 385 desa di Kabupaten Lamongan, Alhamdulillah berjalan dengan aman dan kondusif, walau ada beberapa titik desa namun, masih dibatas kewajaran. Dikabupaten Lamongan ini embrio lahirnya radikalisme masih tergolong masif dan hal ini perlu adanya pencegahan untuk diminimalisir agar Lamongan tetap aman serta kondusif”, terang AKBP. Feby D.P. Hutagalung Kapolres Lamongan singkat.

Brigjen (Pol) Mamboyng dalam sosialisasinya mengatakan, 4 prinsip penting yang harus kita pegang sebagai warga negara Indonesia, diantaranya ketika ketemu kita harus Senyum, Sapa, Saling Mengenal, Saling Menghargai. Ia juga menyampaikan akan berangkat ke negara Finlandia untuk melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada dinegara tersebut, Warga Negara Asing yang asal WNI yang ada di negara Finlandia, para pelajar yang ada di negara tersebut”, ujar pria kelahiran surabaya tersebut.

” Mengenai Kaidah kehidupan berbangsa dan bernegara adalah pancasila. Lebih lanjut dalam waktu dekat rencananya ia akan menyampaikan kepada ibu khofifah Gubernur Jawa Timur agar nantinya dibuatkan asrama lintas suku, semua warga atau suku manapun bisa masuk agar tercipta kebersamaan antar sesama tanpa membeda bedakan.

Keragaman itu telah menjadi modal sosial penting bagi pembentukan bangsa (nation building). “Para pendiri bangsa ini telah bersepakat menghormati keanekaragaman itu dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara melalui 4 pilar Indonesia yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pilar Pancasila. Pancasila merupakan pilar pertama untuk kokohnya negara-bangsa Indonesia, Pilar Undang-Undang Dasar 1945. UUD 1945 merupakan pilar kedua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan pilar Pilar Bhinneka Tunggal Ika. ” 4 Pilar Kebangsaan Indonesia, Pengertian Isi, Sejarah, dan Pencetusnya.

Pengertian 4 Pilar Kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tentram, dan sejahtera, serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana. ” Bagi suatu negara terdapat sistem keyakinan (belief system) atau filosofi (philosophische grondslag) yang isinya berupa konsep, prinsip, serta nilai yang dianut oleh masyarakat suatu negara. Filosofi dan prinsip keyakinan yang dianut oleh suatu negara digunakan sebagai landasan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Suatu pilar kebangsaan harus kokoh dan kuat untuk menangkal berbagai bentuk ancaman dan gangguan, baik dari dalam maupun dari luar. Pilar kebangsaan Indonesia yang berupa belief system harus dapat menjamin terwujudnya ketertiban, keamanan, kenyamanan, keadilan, dan kesejahteraan bagi semua warga negara.

“Dari Aceh Tanah Air
Sampai tanah Papua
Kita semua bersaudara..”

Begitulah petikan lagu berjudul Kita Semua Bersaudara Indonesia Manise karya Zeth Lekatompessy yang liriknya diubah dan dinyanyikan Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Wiranto saat menghadiri acara Yospan Papua, Car Free Day Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat pada 1 September 2019,red).

Kenapa kita sebagai warga negara Indonesia harus bangga, dari mulai bahasa, tanah kelahiran dan semua yang menyangkut tentang Indonesia. Bahasa kita tidak hanya 1 melainkan bermacam-macam bahasa, dari Jawa, Sunda, Madura, dan masih banyak yang lainnya. Negara kita negara agraris, apapun yang kita tanam pasti tumbuh dan berkembang, banyak kekayaan alam yang kita miliki yang tidak negara lain miliki.

Negara kita adalah negara maritim atau kelautan, banyak kekayaan alam yang bersumber dari laut yang dapat kita nikmati sendiri dan bisa kita ekspor ke luar negeri untuk kemaslahatan negara kita sendiri (Indonesia). Budaya yang melimpah ruah, ada batik, angklung, tari-tarian daerah yang bermacam-macam, dan yang pasti negara tetangga tak memilikinya.
Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Diterjemahkan per kata, kata bhinneka berarti “beraneka ragam”. “Bhinneka Tunggal Ika sebagai doktrin dan kesepakatan nasional harus dipertahankan demi kelangsungan hidup bangsa Indonesia dalam menghadapi dinamika perubahan global ini.
Sebelum negara berdiri desa lebih ada lebih dulu, maka sekarang desa diberi kewenangan untuk mengelolanya anggaran sendiri, maka hormati kepala desa penanggung jawab pemerintah desa. ” Sekarang ini kita tidak lagi perang merebut kemerdekaan tapi perang melawan mindset. Brigjen (Pol) Mamboyng mengingatkan, ” Adanya perang mindset atau pola pikir yang mengancam negara. Perang itu lebih berbahaya daripada perang terbuka antar negara dengan militer. Disebutkan ada tiga ancaman terhadap negara. Pertama, perang terbuka antarnegara. Kedua, perang dengan terorisme, bencana alam, dan narkotika. Ketiga, perang mindset.

“Tiga ancaman yang paling berbahaya ancaman (perang) mindset untuk ubah ideologi Pancasila. Pancasila itu alat pemersatu, kalau pemersatu pecah, ya pecah negara ini, bangsa ini harus paham,” ucap Brigjen (Pol) Mamboyng, selaku pembicara dalam sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara bela negara bertempat di gedung SKJ Mapolres Lamongan.

Brigjen (Pol) Mamboyng meminta kepada masyarakat Indonesia untuk mewaspadai perang pemikiran. Beberapa negara hancur karena ada ideologi lain yang mengubah ideologi negara tersebut. Disebutkan, kelompok yang ingin ubah ideologi masuk ke kelompok-kelompok masyarakat untuk memengaruhi pemikiran. Setelah itu, lanjutnya, mereka akan memaksa masyarakat untuk memberontak melawan negara. “Perang modern akan pengaruhi untuk belokkan ideologi negara. Operasional ini dengan infiltrasi. Masuk, infiltrasi, cuci otak, berontak, perang saudara, kalau itu terjadi akan selesai negeri ini.

Dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi khususnya media sosial, Brigjen (Pol) Mamboyng mengingatkan agar tidak terjebak dalam hegemoni kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat di media sosial.

Intoleransi penyebaran permusuhan dalam bentuk info Hoax yang dapat memicu konflik, radikalisme, pro kekerasan penyebaran faham radikal melalui propaganda pokok teroris dan cyber crime, Pornografi, judi online dan lain-lain.

Perang ideologi masuk dalam kategori ancaman nirmiliter atau non-militer. Ancaman ini harus diantisipasi oleh seluruh kementerian atau lembaga negara lain. “Potensi kekuatan dalam menghadapi ancaman non-militer yang berada di kementerian atau lembaga, bertumpu pada kualitas sumber daya manusia yang memiliki kesadaran bela negara dan profesionalisme dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya nasional perlu terus diberdayakan”, pinta Brigjen (Pol) Mamboyng.

” Soal Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Ini adalah bagian upaya menumbuhkan kesadaran bela negara.

Dikatakan, Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan dalam pidatonya, ” Bahwa anak muda harus diberi ruang untuk mengekspresikan diri dan berinovasi dalam bela negara. “Momentum ini mari mensyukuri keberadaan ratusan suku bangsa, bahasa, dan ragam budaya, kepercayaan, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang membentang lebih dari seperdelapan khatulistiwa.

Program Wawasan kebangsaan dan bela negara, ” Mental anak-anak harus dipersiapkan sebaik-baiknya agar kelak mereka menjadi generasi penerus yang berkarakter kebangsaan. “Kerjasama wawasan kebangsaan dan bela negara ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, bela negara serta nilai kejuangan kepada siswa sekolah, kita ingin program ini masuk dalam pendidikan disekolah.

“Harapan kepada masyakakat tentang wawasan kebangsaan. Dikatakan, tujuan dari penyelenggaraan sosialisasi ini untuk menumbuhkan dan menyegarkan kembali pemahaman masyarakat Indonesia secara luas tentang nilai-nilai luhur budaya bangsa, guna mengimplementasikan Pancasila, mengembangkan kesadaran ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dan komitmen tetap tegak dan utuhnya NKRI di tengah suasana dinamika perubahan.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai dari budaya bangsa. “Hal yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah generasi muda bangsa. Karena generasi muda masih sangat labil dan mudah terkonstruk oleh nilai-nilai budaya yang bukan merupakan budaya Bangsa Indonesia”, tegas Brigjen (Pol) Mamboyng yang keliling Indonesia untuk mensosialisasikan wawasan kebangsaan dan bela negara, (Pul/As).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *