Dugaan Korusi Pada Proyek Saluran Malaka Baru Menuju KBT Bakal Dilaporkan Ke Kejari Jaktim

Hukum165 views

Jakarta-kabarone.com-Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi ,Proyek pekerjaan konstruksi saluran Malaka Baru menuju Kanal Banjir Timur (KBT)Pondok Kopi Durensawit bakal dilaporkan ke Kejaksaan.

Kami akan segera melaporkan proyek saluran tersebut ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur ujar Sariman kepada wartawan dibilangan kantor Walikota Jakarta

Pasalnya ada indikasi pembangunan saluran tersebut tidak sesuai spesifikasi.

Menurut ,Sariman Proyek senilai Rp1,7Miliar ini diduga dikerjakan asal jadi kami menduga pelaksanan tidak sesuai dengan kontrak dan sarat dengan KKN ujar Sariman pengiat anti korupsi dan pemerhati pembangunan dari LSM. Berkibar kepada wartawan.

Kami akan melaporkan temuan ini kepenegak hukum tegas Sariman.

Sementara itu saat dikonfirmasi kepada salah seorang warga, dilokasi Proyek yang mengaku bernama, Suwondo, mengatakan kepada wartawan ada dugaan pembangunan konstruksi saluran tidak menggunakan lantai kerja.

Sebab, katanya, boleh dilihat sewaktu mengerjakan proyek terkesan tergesa-gesa menutupi kekurangan yang terjadi.

Menurut Suwondo, pengawasan pelaksanaan proyek disebut sangat lemah sehingga para tukang/pekerja tidak memasang pasir urug setebal 5 cm.

Ditambah tidak semua pasir urug di pasang bantalan u ditch,”

Para pekerja/tukang bangunan diproyek juga tampak tidak menggunakan alat pelindung(K3) ujarnya Suwondo.
Informasi daru Suwondo warga sekitar ,hampir mirip dengan temuan investigasi
Sariman,ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Berani Karena Benar (Berkibar).
Menurut Sariman Peroyek yang dilaksanakan PT. Bachtiar Marpa Prima itu layak dibongkar kembali.

“Kalau dilihat dari pelaksanaan kerja di lapangan, dan untuk menghindari kerugian Keuangan Negara yang bersumber dari APBD DKI proyek tersebut layak dibongkar kembali karena diduga tidak sesuai spesifikasi.

Beton jepit tidak dilaksanakan dan

tidak semua pasir urug di pasang bantalan u ditch,”

Padahal, ungkapnya, dalam spek e katalog, harus dipasang 5 Cm. “Hal ini yang membuat pekerjaan itu tidak maksimal sehingga ada dugaan memperkaya diri sendiri,” jelas Sariman.
Untuk itu kami akan meloprkan temuan ini ke Kejari dan mendesak Kajari Jaktim agar mengusut tuntas dugaan Korupsi di proyek saluran Malaka ini ujar nya pada wartawan.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Timur, Wawan Kurniawan, belum berhasil ditemui wartawan untuk dikonfirmasi terkait proyek kontruksi saluran Malaka Baru menuju KBT (team)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *