Arutmin Kotabaru Bersama Pegiat ABK Edukasi Masyarakat Terkait Tumbuh Kembang Anak

Daerah382 views

KOTABARU,kabarOne.com- PT Arutmin Indonesia, NPLCT Kotabaru kembali menunjukkan komitmen tinggi untuk terus berkontribusi menyiapkan Generasi Indonesia yang lebih baik.

Kali ini bersama dengan Pemerintah Kabupaten Kotabaru dan pegiat pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Ruang Pulih Essential Healing menyelenggarakan workshop Speech Delay & Stimulasi Perkembangan Bicara pada anak, bertempat di Hotel Dallery Kotabaru, Sabtu (3/2/2024).

Workshop ini diikuti lebih dari 70 peserta terdiri berbagai latar belakang profesi, mulai dari Ibu-ibu rumah tangga, guru PAUD, Guru Sekolah dasar, Kader posyandu, Kader PKK hingga tenaga Kesehatan yang datang dari berbagai wilayah di Kotabaru.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas cakupan edukasi masyarakat di Kotabaru akan pentingnya sebuah pemahaman dasar yang cukup sehingga mampu mendeteksi dini fenomena anak lambat wicara di lingkungan masing masing termasuk kesadaran mengupayakan pemenuhan hak anak penyandang lambat wicara.

Efdil Heriansyah mewakili Pimpinan PT Arutmin Indonesia NPLCT menyampaikan, kegiatan workshop ini merupakan bagian dari program PPM bidang Kesehatan dan Pendidikan.

“Penyiapan generasi sejak dini merupakan program penting yang akan terus dijalankan dan berkelanjutan termasuk penangganan stunting & Anak Berkebutuhan khusus,”ujarnya.

Lebih lanjut, disisi lain Arutmin juga turut aktif membantu kesiapan para petugas Kesehatan Masyarakat di garda terdepan antara lain Kader Posyandu serta Bidan Desa dalam menyiapkan & menjaga generasi.

“Di Workshop ini juga tersampaikan dengan sangat baik sekaligus memberikan motivasi kepada kita dalam mendampingi, memberikan stimulasi serta menciptakan interaksi bermakna kepada anak sekaligus bagaimana memahami gejala awal tumbuh kembang anak sehingga diharapkan mampu menanggani kasus lambat wicara dan pada akhirnya anak bisa berkembang sesuai dengan tahapan usianya,” jelasnya.

Efdil juga berharap, pelatihan ini menjadi sarana komunikasi positif, dan saat kembali ke lingkungan masing- masing para peserta dapat berbagi pengetahuan.

Sementara itu, Kepala Dinas DPPPAPPKB Kotabaru Ir. Sri Sulistiyani, M.PH mengatakan, dengan adanya workshop seperti ini sangat membantu masyarakat untuk meperbaiki kualitas pengasuhan, dan hal tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan bagi anak, agar anak- anak di Kabupaten kotabaru mendapatkan hak- haknya sesuai dengan amanah Undang- Undang Perlindungan Anak.

Kegiatan ini kedepan agar terus dilanjutkan serta dilaksanakan tidak hanya dipusat kota saja, tapi bisa sampai ke pelosok Desa, karena disana juga ada Kader PKK, Kader posyandu, Kader BKB serta masyarakat yang sangat memerlukan pengetahuan tentang pola asuh terkait tumbuh kembang anak.

“Dan bagi kader yang dapat mengikuti kegiatan hari ini, diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan ini dalam pelaksanaan kegiatan- kegiatan terkait tumbuh kembang anak di wilayah posyandu dan Bina Kader Balita,” harapnya.

Dikesempatan yang sama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru Selamat Riyadi, M.Pd memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada PT Arutmin Indonesia NPLCT yang telah menyelenggarakan workshop Speech Delay dan Stimulasi Perkembangan Bicara Pada anak.

Dirinya berharap para peserta agar semakin memahami yang di maksud dengan speech delay dari workshop ini agar para peserta mampu mengaplikasikan dalam mengasuh dan mendidik anak- anaknya.

Diakuinya kegiatan ini sangat positif sekali karena memang diketahui bersama bahwa diluar sana ada anak-anak yang kesusahan dalam berbicara, dengan berbagai faktor, baik itu faktor genetic, pola asuh maupun faktor-faktor lainnya.

“Secara kedinasan tentunya hal ini juga berimbas, karena mereka akan bersekolah dan kita juga akan mendeteksi pada umumnya bagi anak pra sekolah atau usia dini,” ungkap Selamat.

Kegiatan ini juga menginspirasi kami di Dinas pendidikan untuk melaksanakan program untuk melatih para guru bagaimana cara untuk mengatasi anak-anak speech delay sehingga paling tidak Guru-guru memahami dan tidak menganggap anak-anak lambat bicara adalah anak yang terbelakang namun lebih karena kurangnya stimulasi yang sesuai selama tahap perkembangannya.

“Kegiatan ini sekaligus memberikan sebuah catatan bagi kami untuk dapat membuat atau memprogramkan kegiatan serupa kedepannya,”tambahnya.

Mengutip yang disampaikan oleh Elly Risman, seorang Psikolog “Banyak dari kita (orang tua) menganggap bahwa menjadi orang tua adalah tentang dipanggil ayah atau bunda, bukan sebagai sesuatu yang harus dipelajari, kemudian berfikir dengan alibi “nanti juga bisa sendiri”.

Padahal sepatutnya, seperti saat kita ingin menjadi pekerja dalam berbagai bidang kita harus belajar ilmu- ilmu yang diperlukan dan ikut training supaya bisa optimal bekerja menjadi orang tua berarti siap belajar dan mengembangkan diri agar dapat memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anaknya.(HRB)

By; Herpani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *