by

Proyek Jembatan Belum Rampung , DPRD Konut Turun Tangan

-Daerah, Regional-1,112 views

Kabarone.com, Konut – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, Sultra yang dipimpin Aswad Sulaiman kembali mendapatkan sorotan tajam.  Kali ini, yang disoroti adalah  proyek pembangunan jembatan beton tahun anggaran 2015 yang  hingga kini belum juga rampung.‎

Proyek pembangunan jembatan tersebut diperkirakan sepanjang 20 meter, dengan PAGU Anggaran sebear Rp.1,6 Miliar. Proyek jembatan yang menghubungkan tiga Desa di Kabupaten Konawe Utara ini diduga terindikasi Mark Up.

Anehnya lagi, hingga saat ini papan proyek pun belum terpasang.Sehingga tidak diketahui kapan mulai dan kapan berakhir pekerjaan tersebut.
Sementara pihak kontraktornya juga hingga kini tak diketahui.

Sekedar mengingatkan bahwa, pembangunan jembatan ini bertujuan untuk memudahkan transportasi masyarakat dari tiga desa yakni Desa Puuwonua, Laronanga dan Puusuli Kecamatan Andowia. Akibat yang ditimbulkan oleh proyek tak bertuan itu, masyarakat ditiga desa itu mengeluh kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Konawe Utara.

Berdasarkan keluhan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Konut, Rasmin Kamil, Senin siang (29/2/2016) turun langsung melihat progres pembangunan jembatan tersebut. Didampingi Kepala Desa Puuwonua, Kadir T, ia mengatakan pihaknya masih harus melihat dulu rancangan anggaran biaya (RAB) untuk pembangunan jembatan tersebut.

Dengan kondisi bangunan saat ini, Rasmin Kamil tidak merasa puas jika anggaran Rp.1,6 M hanya diperuntukkan pada pembangunan Obudmannya saja.

” Secara teknis belum bisa kita pastikan apa ini masuk kategori Mark Up atau tidak. Tapi secara kasak mata terlalu mahal uang sebesar itu hanya untuk Obudmannya saja yang dibangun,” jelasnya.

Kepada wartawan, Politisi PKB ini mengungkapkan untuk pembangunan yang berkesinambungan dan supaya jembatan tersebut segera dinikmati oleh masyarakat ditiga desa itu, maka tahun ini sudah ada anggarannya Rp.1,5 M.

Selain itu Rasmin Kamil juga meminta agar semua elemen masyarakat terlibat dalam hal pengawasan dalam arti supaya masyarakat mengawasi pembangunan proyek pembangunan jembatan beton penghubung tiga desa itu, agar penggunaan anggarannya sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Kalau kita tidak melakukan pengawasan secara selektif, siapapun yang menjadi bupati tidak akan ada perubahan di Konawe Utara ini,” cetusnya.

Sementara kepala desa Puuwonua, Kadir T berharap agar kiranya pembangunan jembatan beton penghubung tiga desa di Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara ini segera terselesaikan.

Menurutnya, sarana transportasi ini sangat vital sehingga tak adalagi alasan untuk tidak selesai, apalagi anggarannya sudah mencapai Rp.3,1 Miliar.
(Andi Jumawi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *