by

Warga Keluhkan Jalan Bergelombang Kerap Sebabkan Lakalantas

-Daerah, Regional-1,075 views

Kabarone.com, Konawe Utara – Kejadian Lakalantas di jalan Poros Trans Sulawesi tepatnya di desa Belalo dan desa Abola Kecamatan Lasolo, Kab.Konawe Utara Prov.Sulawesi Tenggara‎ semakin dikeluhkan warga. Hal ini terbukti ketika wartawan Media ini melintas di wilayah tersebut dan mendapati kejadian Laka Lantas yang terjadi akibat jalan bergelombang.

Ironisnya, jalan trans sulawesi ini belum cukup setahun dikerjakan dengan menggunakan Anggaran APBN. Namun sayangnya sudah banyak menimbulkan kecelakaan karena hampir semua jalan ini yang ada Plat duekkernya serta ada jembatannya bermasalah. Dalam artian bergelombang karena timbunannya tidak keras dan tidak merata, jelas Narasumber,  Arman, Rabu (13/4/2016).

Sementara korban Laka Lantas (Mansur) Kepada wartawan media ini menjelaskan, dirinya hendak menuju ke Kota Kendari, Ibukota Prov. Sulawesi Tenggara dengan maksud ke Pelabuhan Menui. Ia dari Kab. Bungku melalui Morowali dan sekitar pukul 07.30 ia mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal.

“Saya dari Bungku, menuju Kendari karena mau menyeberang ke Menui (Sulawesi Tengah) karena dekat jika lewat kota Kendari,” jelasnya.

“Akan tetapi saya kaget saat melewati jalan disini karena kelihatannya mulus namun ternyata bergelombang sehingga saya kaget dan akhirnya Ban motor saya tergelincir, sayapun luka-luka begini,” ungkapnya sambil menunjukkan luka yang di alaminya.

Sebelum diakhiri wawancara, ia sempat mengeluhkan akan jalan ini, Kalau memang jalannya ada yang rusak maka sebaiknya dipasangkan tanda agar pengendara tahu, namun ini apa, tak ada tanda2 biar sedikitpun tidak ada, pungkas Mansur.

Melihat Kondisi jalan Poros Trans Sulawesi dari Konawe Utara menuju Sulawesi Tengah memang terdapat sejumlah titik kerawanan Laka Lantas, seperti lubang, bergelombang‎ dan bahkan banyak terdapat batu kerikil lepas diatas aspal yang di akibatkan banyaknya mobil angkutan truck Pemuat Sawit.

Material maupun lainnya yang melintas didaerah ini, namun kurang memperhatikan kerawanan yang ditimbulkan dengan naiknya batu kerikil di aspal oleh karena kendaraannya yang menginjak batu perkerasan tepi jalan.

Tentunya dalam hal ini Pemerintah Pusat harus menurunkan timnya untuk melakukan pengecekan rutin, mengingat pembangunan jalan ini diduga banyak memiliki sisi kesalahan dari Bestek dan dianggap belum masuk kategori yang diharapkan. (Andi Jumawi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *