by

Bupati Bulungan Buka Mubes Kerukunan Keluarga Besar Jonan Madang

Kabarone.com, Bulungan – Meski menjalani ibadah puasa, tidak menghalangi Bupati Bulungan, H Sudjati melaksanakan sejumlah kegiatan. Salah satunya membuka secara resmi Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Keluarga Besar Jonan Madang (KKBJM) Zona Kalimantan 2016 di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat pada Kamis (16/06).

Mubes yang berlangsung selama 3 hari pada 16 – 18 Juni 2016 diisi berbagai kegiatan, mulai dari pemilihan pengurus KKBJM untuk 5 tahun ke depan hingga berbagai kegiatan seni, budaya dan olahraga. Mubes sekaligus menjadi wadah silaturrahmi warga sub-sub suku Dayak Kenya serta meningkatkan persatuan dan kesatuan.

 

Bupati Bulungan, H Sudjati yang membuka mubes secara resmi di Balai Adat Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat berharap, sejarah dan legenda Jonan Madang ini dapat dimaknai generasi sekarang yaitu membangun keluarga dengan niat yang baik, luhur, gotong royong dan bersama-sama.

“Sebagaimana salah satu tujuan mubes selama 3 hari ini yaitu membentuk manusia yang berbudaya dan berbudi luhur dan memberdayakan masyarakat. Pemkab berharap pengurus KKBJM nantinya dapat menjadi mitra pemerintah meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan serta menjaga dan meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam kerangka NKRI,” ungkapnya.

Kata Jonan Madang dalam bahasa suku Dayak Kenya yaitu Jonan berarti alat pemeras tebu dan Madang yang berarti terbang. Asal mula keluarga besar Jonan Madang berawal dari legenda dahulu kala ketika ada 4 remaja lelaki dan 4 perempuan suku Dayak Kenya yang sedang memeras tebu menggunakan jonan dihampiri seorang laki-laki tua. Namun lelaki yang awalnya menawarkan bantuan itu justru memasukkan kepalanya ke dalam jonan hingga hancur berdarah dan bercampur dengan perasan tebu.

Hal yang menjadi pantangan bagi masyarakat suku Dayak yaitu mencampurkan darah dengan makanan dan minumanini tiba-tiba membuat jonan terbang melayang membawa serta keempat pasang muda-mudi di atasnya. Jonan itu lalu mendarat di sebuah dataran, di mana sekelompok muda-mudi tersebut akhirnya membangun keluarga besar serta perkampungan. (Mudi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *