KUNKER MENTAN DALAM RANGKA UPSUS SWASEMBADA PANGAN

Nasional616 views

Kabarone.com, Wanggudu – Kunjungan kerja menteri pertanian RI di Kabupaten Konawe Utara, dalam rangka Upaya Khusus Swasembada Pangan melalui program pertanian penanaman Padi, Jagung dan Kedele (PAJALE) yang di koordinir langsung oleh Panglima TNI dan jajarannya disambut antusias warga Konawe Utara mulai dari desa Tondo watu sampai desa Tetewatu, Kamis (12/1/17).

Kunjungan kerja Menteri pertanian RI DR. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP bersama Panglima Kodam VII/WRB Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti, Staf Ahli Kepala Staf TNI-AD Brigadir Jenderal TNI Arifuddin, Komisi II DPD-RI Wa Ode Hamsiah, Sekda Provinsi Sulawesi Tenggara DR.H.Lukman Abunawas, Kapolres Konawe AKBP Jemy Junaidi, serta rombongannya, didampingi Bupati Konawe Utara H. Ruksamin bersama wakil Bupati Konut Raup, melakukan penanaman perdana jagung di lokasi desa Tetewatu Kecamatan Lamonae Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara disaksikan ribuan warga Konawe Utara. Dalam kegiatan tersebut menteri pertanian RI menyerahkan sejumlah bantuan kepada petani daerah Konut diantaranya Alat Mesin Pertanian (ALSINTAN) berupa mesin penggarap atau Jonder roda empat sebanyak delapan unit, serta penyerahan bibit jagung hibrida 520 U kepada Bupati Konawe Utara. Serta penyerahan proposal dari Pemda Konawe Utara kepada Menteri Pertanian RI oleh Bupati Konawe Utara.

Dalam kesempatan sambutan Bupati Konawe Utara H. Ruksamin mengatakan, bahwa dalam kegiatan kunjungan kerja Menteri Pertanian RI di Konawe Utara ini merupakan suatu hal yang sungguh luar biasa dimana Bapak Menteri dulunya adalah warga Konawe Utara yang lama baru kembali ke kampungnya ini, kata Ruksamin. Sehingga kita harus bersyukur karena beliau menyempatkan diri untuk melakukan penenaman perdana jagung didaerah kita ini, jelasnya. Iapun menyampaikan luasan wilayah yang akan dilakukan penanaman jagung di konawe utara, menurutnya sekitar 10 ribu hektare lahan yang akan ditanami jagung di tahun 2017 ini sehingga kita harus bekerja keras agar semua itu bisa tercapai. Iapun berkata bahwa semua elemen terutama para kepala desa dan para petani harus berupaya dan bekerja sama dengan pihak TNI dalam pengelolaan lahan karena TNI selama ini telah banyak melakukan bakti kepada daerah kita terutama dalam hal pertanian, ungkap Ruksamin.

Selain sambutan Bupati Konut, Sekda Provinsi Sultra H. Lukman Abunawas juga memberikan sambutan mewakili Gubernur Sultra yang tak hadir pada hari itu karena melakukan pelantikan pejabat eaelon dua, tiga dan empat dalam lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam peenyampaiannya, Gubernur Sultra mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian RI, kepada TNI dan Polri dan Komisi II DPD RI yang telah banyak memberikan perhatiannya kepada daerah ini dalam hal Upsus ketahanan pangan dan swasembada pangan, ucap Lukman Abunawas mantan Bupati Konawe dua periode ini. Sesaat setelah sambutan Sekprov Sultra, Pangdam VII/WRB Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti memberikan sambutannya sekitar 15 menit lamanya dalam sambutannya Pangdam VII/WRB menekankan kepada para Babinsa agar jangan berkecil hati dalam bertugas, mengingat Menteri Pertanian RI adalah seorang Putera dari seorang Babinsa yang sukses menjadikan puteranya menjadi seorang menteri. Sehingga harapannya kepada seluruh Babinsa untuk tetap bekerja maksimal dalam tugasnya dan iapun merasa berterima kasih dan berbangga bisa mendampingi menteri Pertanian dalam kunjungannya di Kabupaten Konawe Utara.” saya disini sebagai Pangdam merasa gembira dan terhormat bisa mendapat kesempatan untuk mendampingi bapak menteri pertanian, kita tahu bapak menteri saat ini adalah menteri yang sangat hebat di jajaran kabinet menteri Presiden Jokowi terbukti dengan apa yang disampaikan oleh bapak Presiden dalam rapat pertanian kemarin beliau menyatakan bahwa menteri yang berhasil dalam kabinetnya adalah menteri pertanian, kenapa tidak, ternyata beliau selain asalnya dari Konawe Utara ternyata dia juga adalah anaknya Tentara, anak seorang Babinsa. Mana Babinsa ? tanyanya kepada semua yang hadir. Setelah itu ia mengapresiasi lagi dengan mengatakan, kalian jangan berkecil hati, anak anakmu harus jadi menteri seperti bapak menteri pertnian, jelas Pangdam VII/WRB. Iapun bercerita bahwa ancaman negara kita saat ini bukan lagi ancaman seperti dulu ancaman bersenjata yang canggih namun ancaman sekarang adalah ancaman energi, pangan sehingga dengan demikian kita harus bersatu dalam hal ini dan yang ahli dalam bidang ini adalah bapak menteri pertanian yang merupakan putera terbaik Indonesia, jelas Mayjen TNI Agus Surya Bakti. Lanjut Pangdam, hari ini kita akan melakukan penanaman jagung dan kalian jangan takut kalian jangan bersedih ataupun menyerah karena bapak menteri tak pernah menyerah dalam perjuangan hidupnya sayapun demikian sampai jadi pangdam tak pernah menyerah dalam hidup, harapnya. Saya juga dulu hidup saya di desa jauh dari kota, tidak ada aspal rumah saya dari tebas bambu, orang tua saya guru dan saya tak pernah menyerah dalam menghadapi hidup karena saya ingin maju, ucapnya. Pangdam VII/WRB menghimbau agar masyarakat jangan mau terpecah pecah mari kita bersatu, karena ancaman yang paling berat kedepan adalah ancaman kemalasan, kebodohan, ancaman tidak mau maju dan ancaman pangan, sehingga kedepan Indonesia nantinya akan menjadi incaran bangsa asing karena kita kaya akan lahan pertanian, karena kedepan akan ada sumber daya dari pangan itu sendiri seperti Padi, jagung dan kedelai. TNI memiliki 13 tugas pokok diantaranya adalah mempertahankan NKRI dari ancaman jika ada perang dan membantu pemerintah dalam mempertahankan swasembada pangan disaat ini kita sudah melakukan kerjasama dengan kementerian pertanian dan untuk itulah TNI selalu ada di masyarakat bersatu membangun daerah dan mempertahankan swasembada pangan dan memelihara keamanan, pungkasnya. (andi Jumawi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *