Ketahuan…!!! Kasek Tilep Sisa Dana Anggaran

Investigasi, Lipsus1,245 views

Kabarone.com, Gunungsitoli – Pelaksanaan perehapan Pembagunan Ruang Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri 076675 Ombolata Hilimbowo, Kecamatan Gunungsitoli Utara, tidak berjalan secara efesien, Kepala Sekolah pun dikabarkan menggunakan sisa dana anggaran puluhan juta tanpa jelas penggunaanya.

Dari informasi yang dikumpulkan oleh Kabarone, Dana Alokasi Umum yang sebelumnya digunakan untuk merehap ruangan perpustakaan sekolah ini merupakan silpa dana alokasi khusus (DAK) tahun 2012 silam, namun dialihkan menjadi SILPA DAU T.A 2016 dengan nilai Rp55 juta, Sabtu (11/2/2017).

Ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2s), Herlina Sarumaha kepada wartawan menjelaskan bahwa usai pekerjaan perehapan ruangan perpustakaan selesesai menyisakan anggaran sekitar 10 juta. Yang mengejutkan kata Herlina, Yudiaro sebagai Kepala Sekolah kemudian mengambil sisa dana tersebut kepada bendahara P2s untuk disetorkan kepada Dinas Pendidikan. Sementara di katakannya dalam Rancangan anggaran Biaya yang telah di tetapkan bersama P2s, dana setoran untuk Dinas Pendidikan Tidak ada.

” Seharusnya sisa dana dikembalikan kepada Negara. Pengambilan ditandai dengan tiga kwitansi yang dibuat bendahara dan kepsek, alasannya sisa dana ini akan disetorkan kepada Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli sebagai biaya administrasi pekerjaan. ” Ujarnya kepada Kabarone di ruang Guru SDN Ombolata Hilimbowo. Sabtu (12/2).

Herlina yang juga Guru di sekolah itu menjelaskan, dari kwitansi yang dibuat kepsek dan bendahara, pengambilan dilakukan tiga kali.

” Pertama tertanggal (05/12/2016) sebesar 2,5 juta, pengambilan kedua tertanggal (09/12/2016) sebesar 2 juta, dan terakhir tertanggal (20/01/2017) sebesar 5,5 juta. ” Katanya.

Lebih lanjut ketua P2s menyebutkan bahwa dari laporan pertanggung jawaban yang di berikan oleh Yadiaro harefa Selaku Kasek Di sekolah itu, menduga
ada Mark-Up harga.
Menurutnya, penggelembungan harga tertuang pada item pembayaran upah rehap ruang Perpustakaan yang telah selesai dilaksanakan. “Mark-Up nya sekitar 13 juta, berbeda dengan kesepakatan antara tukang dan pihak sekolah, ” Pungkas Herlina.

Di sebutkannya, dari hasil rapat P2S, kepala sekolah, dan orang tua siswa disepakati upah pekerjaan rehap hanya sebesar Rp. 5.875.000, namun pada surat pertanggung jawaban tertulis sebesar Rp. 19.000.000. Dijelaskan Herlina, bahwa SPJ berisikan Mark-Up harga dibuat Yudiaro Harefa selaku Kepsek, bukan panitia.

” SPJ itu diserahkan Kepsek kepada panitia, dan setelah di cek saya menemukan ada kejanggalan pada item pembayaran upah pekerjaan rehap yang berbeda dari isi RAB dan kesepakatan sebelumnya, ” Sebut Herlina.

Atas Mark-Up harga tersebut, hingga kini Herlina sebagai ketua P2S tidak berani menandatangani SPJ yang diserahkan oleh kepsek. ” Takut, saya takut masuk penjara, karena isi SPJ sudah berbeda dengan RAB, ” Katanya.

Selain itu, Herlina mengungkapkan jika perehapan ruang perpustakaan dilaksanakan melalui proses tender. “Ada 4 kepala tukang yang mengikutinya, dan proses tender diusulkan langsung pak Kepsek, ” Pungkasnya menambahkan.

Sedangkan Bendahara P2S Nur Hasnah Zega, ketika ditanya wartawan membenarkan bahwa dirinya sudah menyerahkan sisa anggaran itu sebesar Rp10 juta dengan tujuan untuk biaya pembuatan administrasi dan kebutuhan lainnya, sesuai perintah dari kepala sekolah.

” Percaya sama percaya aja awalnya, saya tidak tahu juga. Dan uang itu sudah ditangan Kepala Sekolah, saya tidak tahu apakah sudah dia serahkan ke Dinas apa tidak. ” imbuhnya.

Sementara saat hal ini di konfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN Ombolata Hilimbowo, Yudiaro Harefa, ketika ditemui wartawan atas persoalan ini menunjukkan reaksi tidak wajar dengan nada tinggi, Yudiaro menyuruh wartawan agar mempertanyakan saja masalah ini kepada pimpinannya yang lebih tinggi.

” Saya ada rapat mendadak, saya tidak ada waktu, ” Ungkap nya sembari meninggalkan Wartawan.

Menurut sumber informasi sementara, sampai saat ini sisa dana 10 juta yang diambil tersebut belum juga disetorkan ke dinas pendidikan Kota Gunungsitoli seperti apa alasan Kepala Sekolah sebelumnya. (c0rn3l)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *