Kepala Distanbun Aris Setiadi Optimis, Setelah Dirangkul Bank Indonesia Saat Panen Raya Komoditas Jagung

Ekonomi631 views

Kabarone.com, Lamongan – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikutura dan Perkebunan (Distanbun) waktu lalu melakukan panen bersama komoditas jagung. Yang berlangsung di lokasi demo farm program BI Provinsi Jawa Timur yang berada di Desa Widhe, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. “Hasil panen bersama mencatatkan provitas mencapai sebesar 14,05 ton/hektar, jauh di atas kawasan lain yang rata-rata sebesar 12,04 ton/hektar.

Lokasi demo farm tersebut merupakan salah satu dari total 5 lokasi demo farm program BI Provinsi Jawa Timur yang berada di Kabupaten Lamongan. Lokasi lainnya berada di Kecamatan Sugio, Kecamatan Laren, Kecamatan Solokuro dan Kecamatan Sambeng. “Program tersebut mendukung program Pemerintah Kabupaten Lamongan Jawa Timur untuk menjadikan 12 kecamatan menjadi target pengembangan kawasan jagung dengan total luas areal tanaman jagung mencapai 10.000 hektar (termasuk di dalamnya masing-masing kecamatan memiliki 100 hektar kawasan inti).
Selasa, (13/03/2018).

Aris Setiadi, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Distanbun) Lamongan menjelaskan, “program pengembangan klaster yang dilakukan oleh Bank Indonesia di antaranya adalah pemberian bantuan teknis sejak tahun 2016 dengan fasilitasi kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknologi pertanian jagung modern kepada PPL dan perwakilan dari kelompok tani di 12 kecamatan yang akan menjadi target pengembangan. “Pada tahun 2017, BI bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Lamongan membentuk demo farm uji varietas di lahan irigasi dengan sistem pola tanam dalam setahun yaitu masa tanam I padi, masa tanam II padi, dan masa tanam III jagung di lahan seluas 10 hektar,” jelas Aris Setiadi.

Bank Indonesia (BI) memberikan bantuan saprotan dan olah lahan, sementara bantuan benih berasal dari bantuan varietas unggul Pemerintah Kabupaten Lamongan. Bank Indonesia juga memfasilitasi pendampingan penguatan kelembagaan (kelompok tani dan koperasi) serta bantuan Program Sosial Bank Indonesia berupa mesin dan peralatan senilai untuk pengolahan jagung (produk olahan jagung) dan pasca panen kepada Koperasi Produksi Taman Teknologi Pertanian (TTP) milik Pemkab. Lamongan. “Bantuan dimaksud merupakan kegiatan dalam rangka peningkatan nilai tambah jagung yang telah menghasilkan kerupuk, chiki dan emping jagung,” lanjut Aris Setiadi.

Bentuk kontribusi Bank Indonesia untuk produksi pertanian jagung juga akan terus dilakukan pada tahun 2018 melalui penguatan program hilirisasi, replikasi dan dukungan pada pengembangan kawasan inti, pemanfaatan limbah jagung, pelatihan pembuatan pakan ternak serta penguatan kelembagaan kelompok tani binaan.
Ke depan, upaya peningkatan produktivitas diharapkan dapat berdampak pada peningkatan produksi, menekan Harga Pokok Penjualan (HPP) jagung yang pada gilirannya diharapkan dapat berkontribusi pada upaya pengendalian harga ayam pedaging dan telur ayam di Jawa Timur,” pungkas Aris Setiadi (pull/pur/tian).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *