by

8 Desa di Bulungan Dapat Traktor dari Menteri Marwan

-Daerah, Regional-1,004 views

Kabarone.com, Tanjung Selor – Kabar gembira bagi 8 (delapan) desa di Bulungan. Usulan yang disampaikan kepada Kementerian Pedesaan dan Daerah Tertinggal Republik Indonesia di bawah pimpinan Menteri Marwan Jafar, sudah dipenuhi.

Sebanyak 8 unit traktor yang diajukan pada bulan November lalu, dalam rangka mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan masyarakat, kini sudah berada di Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMD) Kabupaten Bulungan, Jl.Kolonel Sortadji, Tanjung Selor (Bulungan).

“Dalam waktu dekat kita bagikan ke desa yang mengusulkan kemarin. Perlu diketahui, ini hanya bagi desa yang memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kami masih menunggu konfirmasi dari desa,” kata penjabat Bupati Bulungan, Syaiful Herman kepada Tribun saat memantau traktor bantuan kementerian tersebut, Selasa (15/12/2015).

Aidin Adrian, Kepala Sub Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat dan Keluarga Miskin PMD Kabupaten Bulungan merincikan, 8 desa yang memperoleh bantuan traktor tersebut adalah Desa Wono Mulyo dan Sajau Hilir (Tanjung Palas Timur), Desa Pejalin dan Gunung Putih (Tanjung Palas), serta Desa Karang Agung, Kelubir, Ardi Mulyo, dan Ruhui Rahayu (Tanjung Palas Utara).

Tujuan program tersebut lanjutnya, dalam rangka membantu BUMDes menyediakan alat-alat pertanian di desanya. Meski jumlahnya masih terbatas (1 unit per desa) diharapkan bisa meningkatkan semangat desa dalam mengelola pertanian khususnya padi, dan perkebunan komoditas singkong gajah.

“Ini juga sebagai pemacu bagi desa lain untuk membentuk BUMDes. Karena syarat desa yang menerima bantuan adalah yang memiliki BUMDes,” jelasnya.

Pembentukan BUMDes beber Aidin haruslah melalui musyawarah desa yang melibatkan aparatur-aparatur terkait di desa. “Ini nanti terkait dengan struktur kepengurusan BUMDes-nya,” tuturnya.

Hingga sat ini, PMD Bulungan akunya sudah kerap kali melakukan kegiatan bimbingan tekhnis dalam rangka membentuk perangkat-perangkat dan masyarakat desa yang kompeten dalam rangka menggali potensi-potensi yang tersimpan di desa.

“Dalam bimbingan tekhnis itu diarahkan cara-cara membentuk BUMDes, formatnya sudah kami beri semua. Sekarang kemungkinan besar ada desa-desa lain yang sudah terbentuk BUMDes-nya tetapi belum melaporkan ke pemerintah kabupaten. Tahun depan, tentu kami harap desa lain juga bisa mendapat bantuan,” tuturnya. (*)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *