Dewan Masjid Indonesia Diharap Jadikan Masjid Sebagai Tempat Pemberdayaan Masyarakat

Daerah, Regional925 views

Kabarone.com, Bulungan – Sekkab Bulungan, Drs. Syafril menyampaikan bahwa Keberadaan Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Kabupaten Bulungan diharapkan dapat mewujudkan kerja nyata menjadikan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pemberdayaan umat di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya dan berbagai bidang lainnya.

“Selain sebagai tempat ibadah bersama, masjid diharapkan menjadi pendorong peningkatan kemakmuran umat, antara lain melalui pengembangan usaha berbasis syariah. Saya berharap dewan masjid menjadi pelopor bagi pengembangan pelayanan masyarakat,” ungkap Drs. Syafril saat membuka resmi Rapat Kerja Daerah II DMI Bulungan di ruang KUB Kementerian Agama, Jumat (26/08).

Menurutnya, masjid mempunyai peran dalam membangun karakter bangsa dan juga merupakan usaha bersama yang harus dikelola secara profesional. Imam masjid tentu adalah orang benar-benar fasih dan memahami seluk beluk aturan agama, dan pengurus masjid adalah pengelola yang berkomitmen dan mampu menjaga dan memelihara bangunan dan seluruh aspek kegiatan masjid.

Sementara Ketua DMI Bulungan,  H Ubid Hadruni, SH dalam kesempatan sama menambahkan, DMI yang terbentuk sejak 1972 memiliki fungsi ganda yaitu sebagai pusat ibadah dan sosial. DMI juga turut membidangi kelahiran Majelis Ulama Indonesia dan pada 1984 telah masuk menjadi anggota dewan masjid dunia.

“DMI Bulungan telah berusia sekitar 1 tahun dan melalui rakerda kedua ini kita harapkan semakin mampu mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan iman serta pemberdayaan ekonomi umat baik secara formal maupun informasl,” ungkapnya.

Diungkapkannya bahwa saat ini terdapat 48 masjid serta 147 langgar dan musala di Bulungan. Sementara jumlah khotib, imam dan bilal mencapai 2 ribu orang. Maka pelaksanaan rakerda turut dirangkai dengan pelatihan imam, khotib dan bilal se-Kabupaten Bulungan yang berlangsung pada 26 – 28 Agustus 2016.

“Peserta terdiri dari pengurus cabang sebanyak 30 orang, masing-masing kecamatan 3 orang dan pengurus DMI sebanyak 10 orang,” ucapnya.

Narasumber pelatihan berasal dari Islamic Center Samarinda, BNK Kabupaten Bulungan serta Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur. Materi pelatihan antara lain berupa kampanye anti narkoba dan penggunaan pengeras suara sesuai pedoman Kementerian Agama. Sementara agenda rakerda antara lain membahas ketentuan fardu kifayah, membuat khotbah salat Jumat dan Idul Fitri secara berkala serta rekomendasi-rekomendasi lainnya.

“Termasuk berdirinya Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang saat ini masih dalam pembenahan. Ini seperti koperasi bagi umat Islam,” katanya.

Ia pun menjelaskan bahwa BMT Bulungan saat ini memiliki 80 anggota dengan penyertaan modal sebesar Rp80 juta yang berasal dari pendaftaran keanggotaan masing-masing sebesar Rp1 juta. Iuran bulanan sendiri sebesar Rp100 ribu. Pembukaan rakerda DMI dirangkai pula dengan penandatangan penyertaan modal sebesar Rp300 juta dari Baznas Bulungan.

“Kita harap ke depan BMT ini bisa terus berkembang baik dari jumlah anggota maupu penyertaan modal. Semoga bisa terus besar hingga seperti bank bagi umat Islam,” pungkasnya.(Mudi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *