Pemerintah Perlu Bentuk Tim Khusus Penanganan Kabut Asap

Nasional585 views

Kabarone.com, Bulungan – Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bulungan, pada 25 Agustus lalu terpantau 6 hotspot (titik api) di wilayah Kaltara. Kepala BMKG Bulungan Irman Sonjaya mengtakan potensi penambahan titik api masih bisa terjadi. Hal itu tergantung dengan kondisi cuaca yang terjadi belakangan ini.

“Bila sudah memasuki kriteria indeks kekeringan di suatu daerah dengan curah hujan rendah, maka rawan api tersulut bisa terjadi,” terang Irman dikutip Bulungan Post, Sabtu.

Bahkan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun lalu, jadi perhatian serius pemerintah pusat. Seperti disampaikan pemerintah pusat melalui jajaran menteri terkait, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala (BMKG) Andi Eka Satya, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, saat menggelar video conference, Kamis (25/8) lalu.

Dikatakan Irman, ada dua solusi pembahasan untuk penanganan agar tidak terjadi kabut asap. Pertama, pihak kepolisian bisa menindak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Kedua, BMKG pusat memberikan informasi yang selanjutnya bisa ditindaklanjuti satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan melaksanakan berdasarkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

Lebih lanjut, Irman mengatakan khusus kasus karhutla yang kerap terjadi pada musim kemarau. Penanganan karhutla, instansi maupun SKPD terkesan berjalan masing-masing sehingga tidak ada koordinasi.

“Perlunya dibentuk tim khusus, minimal di Bulungan. Agar penyelesaian dan penanganan karhutla bisa diatasi bersama-sama,” jelas pria berkacamata ini.

Pasalnya, selama ini ketika mendapat informasi terkait kondisi cuaca dari BMKG, penanganannya pun berjalan sendiri. Menurut Irman, mengatasi karhutla, perlu duduk satu meja membahas bersama, paling tidak dibentuk tim khusus penanggulangan bencana. Lebih baik mencegah agar tidak meluas, dan di bawah komando suatu tim yang dibentuk.

“Bila perlu dibuatkan surat keputusan kepala daerah terkait tim khusus itu,” ujarnya. (*/Mudi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *