FGD Di Ponpes Nurul Ibad, BNN Ajak Seluruh Pihak Ponpes Sukseskan Program P4GN

Nasional1,513 views

Kabarone.com, Jakarta – Saat ini peredaran narkoba di Indonesia sangat dahsyat dan mengkhawatirkan semua elemen masyarakat, karena korban meninggal akibat pemakaian narkoba dalam sehari mencapai 33-50 orang. Sementara penyelundupan narkoba baik ektasi, sabu-sabu dan bahan pembuat narkoba terus meningkat, hal itu terbukti dengan banyaknya jaringan pengedar narkoba yang tertangkap.

Seperti jaringan Tiongkok, RRC dan Thailand serta Malaysia juga turut andil memasok narkoba ke Indonesia dengan berbagai cara dan jalur masuknya baik melalui laut (jalur jalan tikus-red) atau melalui penerbangan transit dengan cara mengelabuhi petugas, narkoba dimasukkan kedalam alat atau melalui ditelan (Swallower-red) yang kebanyakan dilakukan jaringan Nigeria, Afrika.

Upaya Pemerintah Indonesia terutama BNN dan Polri sangat intens memerangi beredarnya narkoba, terbukti sudah banyak yang ditangkap dengan barang bukti yang tidak sedikit, apalagi Kepala BNN sudah sangat kesal dengan ulah penyelundup narkoba, sampai menyuruh memakan barang bukti narkoba kepada pelaku penyelundup narkoba, dan bahkan Presiden Joko Widodo juga telah 2 kali melaksanakan hukuman mati didepan regu tembak bagi napi narkoba yang tiada ampun, dan mengeluarkan statemen bahwa Indonesia sudah darurat narkoba.

BNN sebagai salah satu Lembaga yang memiliki peran penting dalam mencegah dan membasmi narkoba di Indonesia terus melakukan upaya-upaya guna menekan banyaknya korban akibat pengguna narkoba. salah satu upaya nyata yang terus dilakukan yaitu mengadakan pendekatan kepada Pondok Pesantren dengan kegiatan positif berbentuk FGD (focus Group Discussion).

Seperti FGD yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Ibad, Lubang Buaya Jakarta Timur, Selasa (24/12), dengan peserta yang juga dari Ponpes lain yakni dari Pondok Pesantren Bamadita Rahman dan Ponpes Al-Falah. Acara FGD tersebut dihadiri Pimpinan Ponpes Nurul Ibad dan dengan Nara Sumber Kasubdit Lingkungan Pendidikan BNN, Kombes (Pol) Dr. Sulistiana, Msi.

Dalam sambutannya pimpinan Ponpes Nurul Ibad mengatakan bahwa Ponpes sebagai penggerak pendidikan berkarakter guna mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Namun demikian menurutnya walaupun Ponpes dianggap aman, tetapi belum tentu diluar aman.

“Maka dari itu sangat baik diselenggarakan kegiatan seperti ini,” katanya.

Sementara itu Kasubdit Lingdik BNN, Kombes (Pol)Dr. Sulistiana Msi yang menjadi narasumber menjelaskan bahwa Remaja SMP/SMA/SMK dan sederajat sangat rentan melakukan kenakalan-kenakalan yang tidak wajar. Karena remaja selalu mencoba hal-hal yang baru. Begitu pula soal remaja yang mencoba untuk mengkonsumsi rokok dan narkotika.

“Rokok lebih berbahaya karena murah dan mudah di dapat. Zat berbahaya dalam rokok itu seperti nikotin (menyebabkan kecanduan), tar (bahan dasar membuat aspal), karbon monoksida (menimbulkan penyakit jantung), zat karsinogen (pemicu pertumbuhan kanker), zat iritan (mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru),” jelas Ana

Lebih lanjut menurut Ana, faktor pendorong bagi seseorang melakukan Penyalahgunaan Narkotika, yaitu karena pengendalian diri yang lemah, kondisi kehidupan keluarga, tempramen sulit, mengalami gangguan perilaku, suka menyendiri dan berontak, prestasi sekolah yang rendah, tidak diterima di kelompok, dan berteman dengan pemakai.

“Salah satu ciri pecandu narkotika adalah bengong. Kita bisa mendekteksi pecandu narkoba melalui cara seseorang melamun. Karena melamunnya pecandu dengan bukan pecandu itu pasti berbeda,” lanjutnya.

Ana menambahkan, dalam rangka mensukseskan P4GN di lingkungan Pondok Pesantren, seluruh pihak Pondok Pesantren yang berpartisipasi dalam acara ini berharap dapat mendirikan atau membentuk suatu organisasi tentang penanggulangan tentang bahaya narkotika.

“Seperti tata cara penanggulangan atau pencegahan, lebih banyak mengadakan suatu kegiatan yang positif seperti olahraga, pengajian, memberikan nasihat agar menjauhkan tentang semua jenis narkotika, dan memperdalam informasi tentang bahaya narkotika,” pungkasnya. (Dn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *