Proyek Senderan Sungai Pamengkang Baru Selesai Dikerjakan Ambruk

Daerah1,563 views

Kabarone.com, Cirebon – Sejumlah proyek pembangunan irigasi yang dikerjakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air & Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cirebon ternyata hasilnya rapuh. Karena setelah proyek tersebut selesai tak lama kemudian bangunannya runtuh. Sebagaimana dikeluhkan masyarakat Desa Pamengkang Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon.

“Pembangunan senderan sungai di sekitar Perumahan Gerbang Permai Desa Pamengkang Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon itu baru seumur jagung tapi sudah ambrol,” kata salah seorang warga setempat H. Iwan kepada media ini kemarin.

Menurutnya, pembuatan senderan sungai itu disinyalir kurang pengawasan dari pihak PPK PSDAP Kabupaten Cirebon. Sehingga rekanan pelaksana mengerjakan proyek yang bernilai ratusan juta rupiah itu asal jadi saja dan tidak memenuhi standar kontruksi bangunan.

“Seharusnya era sekarang pembangunan lebih baik ketimbang masa penjajahan dulu. Mengingat saat ini banyak “orang pintar” tukang insinyur para ahli jebolan perguruan tinggi ternama di Indonesia, bilamana pekerjaan proyek dikerjakan sesuai SOP kontruksi bangunan,” ungkapnya.

Selain adanya para ahli bangunan, lanjutnya,  juga teknologi saat ini lebih maju serta kwalitas bahan bangunan sekarang lebih baik. Seperti bahan perekat semen bila diolah campurannya dengan perbandingan sesuai aturan kontruksi yang di anjurkan dalam rencana anggaran biaya maka bangunan yang dihasilkan akan kokoh.

“Saya yakin pihak bagian program PSDAP saat menyusun rencana anggaran biaya sebuah proyek tidak akan merugikan pelaksana. Sebab saat menyusun anggaran berpedoman pada standar harga tertinggi barang bahan bangunan dan upah kerja berdasarkan keputusan Bupati Cirebon,” tegasnya.

“Tetapi kenapa sekarang banyak orang pintar dan mutu bahan bangunan lebih baik, nyatanya umur proyek umurnya hanya seumur jagung. Berbeda saat jaman penjajahan dulu ketika belum ada bahan bangunan kapur, faktanya Indonesia banyak menerima warisan bangunan dari jaman penjajah yang umurnya mencapai ratusan tahun yang hingga kini manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut ketika dikonfirmasi media ini di kantornya, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Cirebon, Ir. H. Hermawan, MM melalui Sekretaris Dinas, Endoy S saat mediasi dengan LSM di Komisi Informasi Kabupaten Cirebon, Kamis kemarin berkilah ambruknya senderan sungai pamengkang itu bukan karena dari mutu campuran bahan bangunan.

Akan tetapi senderan itu tidak kuat menahan beban tekanan derasnya air dari perumahan tersebut. “Adapun penyebabnya karena dasar sungai itu cadas, hingga kontruksi bangunan yang hanya mengandalkan adukan campuran semen dan pasir saja, ternyata bangunan senderan tidak kuat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, proyek bangunan itu dikerjakan oleh CV. Malabar dengan waktu pelaksanan tanggal, 23 Juli 2013 s/d 19 Nopember 2013 yang didanai oleh APBD Kabupaten Cirebon sekitar Rp.500 juta dengan panjang bangunan 500 meter yang terbagi dua lokasi 400 meter di Lobuntan dan 100 meter di Pamengkang.

“Sebenarnya proyek itu melalui LPSE dan panjang 10 meter ambruknya bangunan senderan tersebut, pada bulan Pebuari 2014 lalu awalnya masih masuk masa pemeliharaan hingga diperbaiki lagi oleh rekanan CV. Malabar yang bertanggungjawab,” ungkapnya.

Kemudian selepas masa pemeiliharaan ternyata bangunan senderan ambruk lagi dan sekarang menjadi tanggungjawab PSDAP. “Pihaknya akan segera menanggulangi bangunan senderan tersebut dan sudah menganggarkan Rp.150 juta dengan kontruksi batu bronjong. Mengingat dasar sungai itu cadas sehingga sekarang merubah kontruksi dengan harapan lebih baik,” pungkasnya. (Mulbae)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *