by

Peringati G30S, Aliansi Anti Komunis Indonesia Gelar Aksi Di Bundaran Patung Kuda

-Nasional-1,359 views

Kabarone.com, Jakarta – Memperingati G30S/PKI, puluhan massa dari Aliansi Anti Komunis Indonesia menggelar aksi di bundaran patung kuda, Jakarta Pusat, Rabu (30/9). Mereka menuntut pemerintah agar tegas menyikapi paham komunis yang semakin berkembang di Indonesia.

Koordinator Lapangan M. Ali Darma Rajja P.S ketika dikonfirmasi mengungkapkan, aksi ini merupakan bentuk aspirasi dan penolakan terhadap paham komunis di Indonesia.

“Kami meminta agar pemerintah tegas dalam menyikapi berkembangnya paham komunis di negeri kita ini,” ungkapnya di lokasi aksi.

Menurut Ali, berbagai fenomena sudah terlihat akan bangkitnya paham komunis baru di Indonesia dengan cara memutar balikkan fakta.

“Kita perlu ingat kembali bagaimana komunis dengan PKI-nya terdahulu beberapa kali melakukan pemberontakan secara biadab,” tegasnya.

“Pemberontakan PKI pertama kami dilakukan pada tahun 1926, dilanjutkan dengan pemberontakan madiun 1948 dan kemudian dilanjutkan pada tahun 1965. Ini adalah satu kesatuan sejarah yang saling terkait. Para pelakunya tentu saling berhubungan dan tujuan utamanya adalah bagaimana mengkomuniskan Indonesia dengan mengorbankan para ulama dan aparat negara,” paparnya.

Lebih lanjut menurutnya, bahaya komunis saat ini sudah sangat memperihatinkan. Banyak fakta dilapangan yang secara terang-terangan mendukung aktivitas komunis di Indonesia.

IMG-20150930-WA0002

“Melihat dari situasi dan kondisi itulah maka kami menuntut agar pemerintah mempertahankan TAP MPRS NO XXV/1966 tentang larangan terhadap ajaran komunis. Pemerintah juga harus tegas terhadap komunis, dan jangan sampai meminta maaf kepada komunis,” tegasnya.

Selain menggelar aksi, massa ini juga membagikan CD Film G 30 S/PKI untuk para pengendara yang melintasi jalan sekitar patung kuda tempat mereka melakukan aksi.

“Kami bagikan CD Film G30S/PKI ini agar setiap rakyat Indonesia tak melupakan sejarah tentang pengkhianatan PKI. Kami juga meminta agar pemerintah memasukkan kembali nilai-nilai pancasila dalam kurikulum sekolah yang selama ini telah dhapuskan,” pungkasnya. (Dn)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *