Dukung Pembangunan Wilayah Perbatasan, DJBK Serahterimakan MTU ke Pemprov Kaltara

Nasional1,004 views

Kabarone.com, Tanjung Selor –  Dalam rangka menjawab kebutuhan tenaga kerja konstruksi yang semakin meningkat  di Kalimantan Utara, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi (DJBK) Kementerian PUPR menyerahterimakan pengelolaan 1 buah Mobile Training Unit (MTU) atau unit pelatihan keliling kepada Gubernur Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie di Tanjung Selor, Kaltara, Senin (22/8).

Dalam serah terima tersebut, Gubernur Kaltara turut didampingi Wakil Gubernur Kalimantan dan seluruh jajaran SKPD Provinsi Kalimantan Utara, serta pejabat eselon 2, 3 dan 4 DJBK.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR, Yusid Toyib menjelaskan, seiring dengan prioritas pembangunan Kalimantan Utara terutama infrastruktur di daerah perbatasan, MTU akan dimanfaatkan pemerintah provinsi Kaltara untuk mengunjungi pelosok daerah. MTU digunakan untuk mengenalkan dan mengajarkan pola kerja efektif dan efisien, guna memberikan hasil optimal pada pembangunan infrastruktur di Kalimantan Utara, khususnya di daerah perbatasan.

“Kaltara yang sedang gencar-gencarnya dilakukan pembangunan infrastruktur, khususnya di daerah perbatasan butuh pekerja konstruksi terampil dan bersertifikat yang memiliki pola kerja efektif, dengan MTU, pemerintah provinsi dapat memberdayakan masyarakat setempat”, ujar Yusid Toyib.

MTU terdiri dari unit operasional kendaraan dan perlengkapan pelatihannya sebagai hardware, materi dan bahan ajar sebagai software, serta tenaga instruktur sebagai brainware.

“Tiga komponen ini tergabung dalam satu paket yang akan menjadi penggerak terselenggaranya pelatihan,” jelas Yusid.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengapresiasi upaya Kementerian PUPR dalam serah terima pengelolaan MTU ini, khususnya berkontribusi pada penyediaan tenaga kerja konstruksi pada proyek pembangunan infrastruktur daerah perbatasan yang menjadi prioritas.

“Presiden concern sekali dengan pembangunan perbatasan, kehadiran MTU ini memberi peluang bagi masyarakat pekerja kami untuk bisa bekerja lebih produktif,” ujar Irianto Lambrie.

Menurut Irianto, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sendiri, Provinsi Kaltara 2016, telah mengalokasikan senilai Rp178 miliar untuk membangun infrastruktur jalan sehingga dapat membuka isolasi di wilayah perbatasan.

Saat ini pembangunan yang sedang berjalan, yaitu pembangunan jalan dan jembatan dari Malinau menuju ke Long Bawan, Ibu Kota kecamatan Krayan Induk, yang merupakan wilayah terdepan Kaltara dan berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

“Harapannya pembangunan yang diselenggarakan juga mampu untuk merepresentasikan nilai-nilai budaya Kalimantan Utara. Bangunan di Kaltara itu harus berkualitas, terjangkau, mudah, hemat energi, ramah lingkungan. Kualitas bangunan pun mencerminkan penggunanya. Selain itu bisa menerapkan desain kearifan lokal tapi tidak menyulitkan dalam pemeliharaan bangunan tersebut”, tambah Irianto Lambrie.

Setelah dilakukan serahterima MTU, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, serta Dirjen Bina Konstruksi, menyaksikan penandatangan kerjasama operasional Balai Jasa Konstruksi wilayah Banjarmasin dengan PT.Kayan Lestari dan Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan untuk memfasilitasi uji kompetensi dan sertifikasi SDM Konstruksi di wilayah Kaltara.

Sektor Konstruksi tahun 2015 lalu di Kalimantan Utara sendiri memberikan kontribusi Pendapatan Domestik Bruto sebesar 11,4 persen, di bawah Pertambangan dan Pertanian, dengan kontribusi 6 persen lapangan kerja di Provinsi Kaltara.  Kementerian PUPR sendiri telah melakukan serah terima MTU ke berbagai pemerintah provinsi di Indonesia sebagai upaya peningkatan kualitas dan sertifikasi pekerja konstruksi seluruh Indonesia.

Sesuai dengan rencana strategis DJBK Kementerian PUPR hingga 2019, ditargetkan dapat mencapai 500.000 orang diantaranya adalah tenaga terampil bersertifikat. (DN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *