Air Terjun La’as Butuh Sentuhan Pemkab Bulungan

Wisata950 views

Kabarone.com, Bulungan – Kabupaten Bulungan tidak hanya memiliki objek wisata air terjun Long Ping atau air terjun Idaman. Di kabupaten dengan luas 18.010,50 kilometer persegi ini, juga masih banyak objek wisata “tersembunyi” seperti air terjun La’as di Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara. Untuk menuju lokasi air terjun La’as ini harus menempuh jalan Trans Kalimantan hingga ke Desa Pimping sekitar 1,5 jam perjalanan. Sampai di Desa Pimpin, untuk menuju air terjun kita harus melewati jalan logging sekitar 7 kilometer.

“Kita masuk ke lokasi air terjun La’as harus melalui jalan logging perusahaan. Setelah itu, nanti kita lewati jalan setapak kurang lebih satu kilo (1 kilometer) berjalan kaki,” ujar Alan Bilung, Kepala Desa Pimping dikutip Bulungan Post, Minggu.

Setelah melewati jalan setapak dengan berjalan kaki, dan kendaraan roda dua maupun roda empat harus diparkir di lokasi perkebunan PT Inhutani. Perjalanan menuju air terjun memang cukup melelahkan. Apalagi, jalan setapak yang dilalui pun dalam kondisi yang mulai tertutup semak.

Namun, rasa lelah berjalan kaki pun terbayarkan begitu mendengarkan gemericik air yang mengalir di anak sungai. “Sebentar lagi kita sudah berada di air terjunnya,” ujar Alan.

Setibanya di lokasi, gemuruh air membuat media ini tak kuasa untuk menikmati kesejukan air terjun. Media ini bersama wartawan dari beberapa media massa dan mahasiswa Unmul yang KKN, langsung mengabadikan melalui kamera telepon seluler.

Namun sayang pemandangan yang begitu indah masih terdapat kekurangan yaitu tempat beristirahat. “Memang lokasi ini belum disentuh pemerintah daerah. Jadi air terjun ini masih utuh,” tambah Alan.

Ia menjelaskan, yang pertama kali menemukan air terjun ini merupakan masyarakat Desa Pimping yang sedang berladang di sekitar lokasi air terjun. Pada 1980-an, kata Alan, untuk menuju lokasi air terjun tersebut melalui anak sungai dengan menggunakan perahu kecil dengan mesin ketinting.

“Waktu itu belum ada akses jalan darat, masyarakat di sini (Pimping) melalui anak sungai,” ungkapnya.

Pada 1990-an air terjun mulai dikenal oleh warga Desa Pimping. Bahkan juga sudah dapat bisa melalui akses darat. Tapi, air terjun masih sebatas diketahui oleh masyarakat Desa Pimping, meski sudah ada akses darat.

“Biasanya warga yang berkunjung untuk mandi-mandi. Apalagi akhir pekan seperti ini, banyak muda-mudi yang ke sini,” ujarnya.

Dirinya berharap kepada pemerintah daerah agar dapat membantu, terutama pembangunan akses jalan menuju ke lokasi air terjun. (mudi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *